-->
Showing posts with label Film Korea. Show all posts
Showing posts with label Film Korea. Show all posts
,

 


Film In Our Prime (이상한 나라의 수학자) merupakan film Korea yang dibintangi oleh Choi Min-sik (Forbidden Dream, I Saw The Devil, Oldboy), Kim Dong-hwi (Stranger 2), Park Byung-eun (Seobok, Eve, Kingdom S2) dan Park Hae-joon (The World of The Married, Beliver, Emergency Declaration). In Our Prime tayang serentak di Korea Selatan pada bulan Maret 2022 dan meraih lebih dari 500.000 penonton. Project ini merupakan debut Kim Dong-hwi di layar lebar sekaligus menjadi pemeran utama, tak tanggung-tangung ia langsung masuk nominasi Best New Actor pada Baeksang Arts Award ke-58 Mei lalu. 


Kisah In Our Prime (2022) berkutat pada para siswa baru di Donghun Academy. Sekolah Science ketermuka di Korea Selatan yang siswanya 100% masuk ke perguruan tinggi BIG 3 dan diproyeksikan untuk mengikuti olimpiade tingkat internasional. Sekolah elit ini memiliki berbagai jalur penerimaan siswa, mulai dari beasiswa prestasi dari keluarga tak mampu hingga jalur reguler khusus keluarga kaya tentunya dengan kecerdasan yang di atas rata-rata. Ketika siswa pandai dengan berbagai strata ekonomi ini dikumpulkan maka terjadilah pergulatan mental bagi si miskin yang terasingkan. Han Ji-woo (Kim Dong-hwi) salah satu dari si miskin yang merasakan pengalaman pahit ini. 




Han Ji-woo memiliki prestasi mentereng sejak kecil dan merupakan siswa langganan olimpiade. Meskipun ia memiliki background ekonomi yang serba cukup, ia tak kekurangan kasih sayang dari ibunya. Ayahnya meninggal ketika ia masih berusia 6 tahun, kemudian ibu Ji-woo berusaha menggantikan posisi ayahnya untuk mencari nafkah tanpa meninggalkan perannya sebagai ibu. Ji-woo pun berusaha membanggakan dan menaikkan derajat ibunya. Ia berhasil diterima di Donghun Academy dengan jalur beasiswa prestasi, namun ia menyadari bahwa ia tak cukup kuat beradaptasi di sana. Siswa dengan perekonomian lebih tinggi membullynya dan wali kelas menekannya untuk pindah sekolah karena prestasinya merosot (nilai matematika hanya mendapat 9/10). 


Ji-woo yang dijebak oleh teman-temannya mendapat hukuman skors asrama selama 1 bulan. Hidup pasca jam sekolahnya tak jelas hingga ia bertemu dengan Ri Hak-sung (Choi Min-sik), seorang pembelot Korea Utara yang menjadi penjaga sekolahnya. Ri Hak-sung merupakan orang berwatak kaku dan ketinggalan jaman. Ji-woo menyadari bahwa Hak-sung bukan orang biasa, tugas matematikanya tiba-tiba terisi penuh dengan jawaban yang benar ketika ia menginap di kantor Hak-sung. Ji-woo berusaha meluluhkan hati Hak-sung agar mau menjadi tutor matematikanya. Karena apabila ia tak mendapat nilai memuaskan pada UAS, maka ia tak akan mendapat kesempatan melanjutkan ke sekolah tersebut. Ia juga tak mampu untuk membayar bootcamp matematika seperti teman-temannya. 


Review In Your Prime (2022)

Review In Your Prime (2022)

Ri Hak-sung yang awalnya susah didekati, akhirnya bersedia membantu Ji-woo. Lambat laun hubungan mereka layaknya ayah dan anak, hingga suatu saat Ji-woo mengetahui rahasia kelam Hak-sung. Sebelumnya Hak-sung merupakan profesor matematika yang cukup terkenal secara internasional bahkan ia calon terkuat untuk mendapat penghargaan nobel. Dunia sedang mencarinya. Ia memiliki anak seumuran Ji-woo yang hidupnya singkat karena tak kuat hidup dengan tekanan sebagai pembelot di Korea Selatan. Niat Hak-sung saat itu hanya ingin masa depan pendidikan anaknya terjamin di Korea Selatan, namun ia buta situasi, ia terlalu mengejar impiannya hingga tak sadar bahwa anaknya sebenarnya sedang dalam kondisi tak baik-baik saja. Ya, anaknya dibully di sekolah hingga memutuskan bunuh diri.


Ji-woo berusaha membahagiakan Hak-sung dan Hak-sung merasakan seperti hidup kembali setelah bersama Ji-woo. Ia mengajarkan tentang arti hidup kepada Ji-woo melalui teori-teori matematika.


Pada ujian akhir sekolah, ujian matematika dibuat model olimpiade phytagoras yang nantinya menjadi ajang penentuan wakil untuk olimpiade phytagoras internasional. Ji-woo berhasil melalui ujian tersebut, namun ia mendapat fitnah oleh wali kelasnya sendiri. Wali kelasnya merupakan guru yang membuat kursus terselubung dengan menjual soal pada orang tua siswa kaya. Ji-woo terancam dikeluarkan. Lalu dimana Hak-sung ketika Ji-woo sedang dalam ancaman?


Review In Our Prime (2022)

Review In Your Prime (2022)

"인생이 얼마나 복잡한지 알게 된다면...."
Math is simple.
Can't you believe that math is simple?
When you realize how complicated life can be...

Music scoringnya memanjakan telinga banget! Salah satu OSTnya juga dibuat dari teori matematika. Kecintaan Ri Hak-sung dengan Johann Sebastian Bach membuat film ini terasa lebih indah karena sebagian scoringnya diambil dari karya Bach. Untuk visualnya, penonton juga dibuat terpukau dengan DOP-nya, komposisi warna dan objek bikin betah.


Untuk akting para pemain dan jalan cerita ngga perlu ditanyakan lagi. Film ini sepertinya salah waktu tayang karena Maret tuh lagi besar-besarnya pembatasan di Korea Selatan. In Our Prime sudah tayang di Netflix Korea dan langsung menempati trend No.1 dan hingga saat ini, selama 5 minggu, ia betah di TOP 10 Netflix Korea.


Baca juga: Review Drama Adamas (2022)


Aku cukup terpukau dengan Kim Dong-hwi karena ini debut aktingnya di usia 26 tahun, ia berhasil menjadi siswa kelas 10 yang sedang bimbang sekaligus semangat dengan kehidupannya. Visualnya mirip Bae Hyun-sung & Yoon Chan-young, sedangkan suara dan intonasinya mirip Kim Sung-cheol. Aku sampe mikir, "Lu kemana aja selama ini!?". Setelah aku kepo ternyata dia lebih fokus menyelesaikan kuliahnya dibanding karir akting. Ia sempat membintangi beberapa film, namun hanya sebagai cameo sepersekian detik dan sebuah film festival queer yang merupakan proyek kampus.


Film In Our Prime (2022) cocok untuk kamu yang ingin mencari prespektif lain dari sebuah rangkaian angka. Aku berharap setelah ini karir akting Kim Dong-hwi semakin bersinar. 



OSTnya yang dari teori matematika


,

 


Sejak pertama kali dirilis di Sundance Film Festival, para penikmat film Amerika tidak dapat berhenti membicarakan tentang Minari yang disutradarai Lee Isaac Chung. Film Minari didistribusikan oleh A24, memenangkan Audience Award dan Grand Jury Prize di Sundance Film Festival 2020, dan para pemain mendapat pujian luar biasa dari penonton dan kritikus. Dari sini, Minari menjadi salah satu film paling menonjol di tahun 2020.

Kisah Minari menceritakan tentang sebuah keluarga Korea yang harus beradaptasi dengan kondisi kehidupan baru mereka setelah pindah ke Arkansas.  Setiap anggota keluarga memiliki karakter yang berbeda, menciptakan adegan dramatis di sepanjang film. Kepala keluarga, Jacob yang diperankan oleh Steven Yeun memiliki keinginan kuat mewujudkan 'American Dream'nya dengan segala cara.  Sang ibu, Monica yang diperankan oleh Yeri Han tidak memiliki ambisi yang sama dengan suaminya, ingin menjalani kehidupan yang sederhana dan normal.  Anne, si sulung adalah anak yang bisa diandalkan dan dapat hidup mandiri. Terakhir, David, bungsu berusia 7 tahun yang menderita sakit jantung sedang sedang kebingungan mencari jati diri.


Keluarga kecil ini masuk dalam kategori sederhana namun terkadang kekurangan. Jacob dan Monica bekerja di peternakan ayam sebagai pemfilter kelamin ayam. Monica kesulitan membagi waktu, pun Jacob juga memiliki pekerjaan lain. Jacob baru saja membeli tanah dan menanaminya dengan sayur Korea untuk dijual nantinya. Monica akhirnya mengajak ibunya untuk tinggal bersama mereka. Kemudian, ibu Monica datang untuk bergabung dengan keluarga tersebut, membawa budaya Korea miliknya sendiri yang sangat bertabrakan dengan Jacob dan putra Monica, David. David belum pernah ke Korea dan bingung dengan tingkah laku Neneknya, Soon-ja.  Fakta bahwa baik David maupun Soonja lahir dan mengalami dua budaya dari dua negara berbeda adalah kekuatan pendorong utama hubungan mereka.

Kembali ke Jacob, dia ingin memiliki ladang di mana dia bisa menanam sayuran Korea dan memanfaatkan pasar itu di Amerika. Dia bahkan mendapat bantuan dari karakter Will Patton, Paul, yang memberikan nasihat kepada Jacob dan bahkan menjadi tamu pertama yang ditampung oleh keluarga Yi. Awalnya tampak baik-baik saja bagi Jacob, namun sedikit demi sedikit konflik dan tantangan baru menghadang Jacob dan keluarganya.


Pertama kali keluarga Yi pergi ke gereja adalah ketika terlihat jelas betapa berbedanya mereka dari semua keluarga lainnya. Pendeta meminta semua orang yang baru untuk berdiri dan hanya keluarga Yi yang berdiri.  Selama adegan ini, David bertemu dengan seorang anak laki-laki Amerika yang sebaya dengannya, Johnnie.  Johnnie terpesona kepada David.  Mereka membentuk semacam persahabatan, hingga suatu saat David berkesempatan menginap di rumah Johnnie. Dari kejadian itu, David menyadari bahwa ia dan keluarga Johnnie berbeda.  Ayah Johnnie sering kali membiarkan anaknya hidup sendiri, meminta Johnnie untuk tidak memberi tahu ibunya tentang hal ini. Ayah sahabatnya memberitahunya tentang pemilik rumah sebelumnya dari keluarga Yi dan bagaimana dia bunuh diri karena tanah tidak memberikan keberhasilan.

Sementara semuanya berjalan baik untuk Jacob, namun masalah ladang dan hasil perkebunannya membuat ia semakin terlihat kalut. Monica segera menyadarinya dan melihat langsung bagaimana gagasan "American Dream" ini telah merusak prioritas Jacob, menciptakan obsesi baru yang membuatnya lupa terhadap keluarganya. Monica dan Jacob sepakat untuk berpisah, karena Monica sudah tidak tahan hidup di atas mimpi Jacob. Monica lebih menginginkan hidup normal dan bahagia.

Bagaimana endingnya? Silakan nonton sendiri hahaha.

Review Minari


Dari segi pembuatan film, Minari unggul di hampir setiap aspek. Akting Steven Yeun benar-benar luar biasa. Seluruh pemain melakukan pekerjaan yang hebat dalam menyampaikan dialog dan emosi. Colorist yang divisualkan cukup sederhana namun cemerlang, tiap palet warna terlihat hangat dan memberi kesan dalam. Ditambah dengan skoring yang bagus, menciptakan suasana yang indah dan penuh emosi. Ada satu adegan yang membuatku terkesima, ketika Jacob dan Monica bertengkar hebat di awal film. Emosi dan chemistry mereka benar-benar bagus!

Minari sendiri adalah kisah nyata dari si sutradaranya, Lee Isaac Chung. Jika digambarkan pada Minari, David adalah penggambaran dari sosoknya. Sejak Issac Chung memutuskan akan masuk ke dunia perfilman, ia berjanji akan membuat film tentang kehidupannya di masa kecil. Fakta lainnya, topi merah yang selalu dikenakan Steven Yeun di film ini adalah pemberian ibunya ketika ia beranjak usia 17 tahun.


Secara keseluruhan, Minari adalah film luar biasa. Minari bukan hanya film hebat lainnya yang menggambarkan budaya Korea seperti "Parasite" - ini adalah cerita tentang keluarga imigran yang berkorban untuk mencapai impian Amerika. Lee Isaac Chung mendekonstruksi impian, ambisi, dan keluarga Amerika dengan cara yang membumi dan alami.  Minari dikabarkan masuk nominasi Golden Globe kategiri Foreign Film, keputusan juri Golden Globe ini sempat mendapat kritik tajam dari berbagai pegiat film Amerika. Karena film ini asli produksi Amerika, dari segi jajaran pemain pun hanya 2 orang yang memiliki kewarganegaraan Korean Selatan, sisanya adalah warga asli Amerika. Coba baca di sini.

Kabar lainnya, film ini akan rilis global pada bulan Februari depan. Mari kita kita animo masyarakat seperti apa.

 

Ps. Aku kena hangover Steven Yeun lagi ahaha. Tampannya sangat manusiawi xD

,

 Terkenal sebagai penghasil drama romantis, ternyata film Korea lucu juga punya daya tarik tersendiri. Lima diantaranya jadi yang paling lucu sepanjang masa

Lagi patah hati dan ingin cepat move on? Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah nonton film Korea lucu, agar rasa sedih bisa segera hilang. Mau tahu film lucu apa saja yang berhasil meraih banyak penonton sepanjang masa?

Berikut ini tiga film yang mampu membuat kamu tertawa selama dua jam lebih, tapi tetap punya jalan cerita menarik dan sulit dilupakan.

Hello Ghost


Film ini berhasil menghadirkan suasana komedi pengocok perut. Bercerita tentang seorang pria yang gagal melakukan percobaan bunuh diri, kemudian mulai bisa melihat hantu di sekitarnya.

Hingga akhirnya satu keluarga hantu hidup bersamanya dan membuat hidup sang pria jadi berbeda.

My Little Bride


Tahun 2004 ada sebuah film lucu yang diperankan Moon Geung-young dan Kim Rae-won.

Ceritanya tentang kisah cinta gadis SMA yang dijodohkan dengan mahasiswa, kemudian menikah muda. Banyak adegan lucu mengocok perut, yang sayang untuk dilewatkan.

Mulai dari pertengkaran antara pasangan muda ini, dan kisah cinta SMA si gadis dengan pemain bisbol sekolahnya. Pantas saja, saat rilis tahun 2004 penontonnya mencapai tiga juta lebih.

Extreme Job


Kelucuan dari film ini dihasilkan dari akting empat detektif yang menyamar jadi pedagang di warung ayam. Niat awal ingin melakukan pengintaian gembong narkoba, ternyata warung mereka laris manis. Mulailah bermacam polah lucu tampil dan membuat penonton terhibur.

Runway Cop


Cha Chul Soo mendapat tantangan memecahkan kasus kriminal, asalkan berani melakukan transformasi dari pria gendut tak terurus menjadi model runway.

Adegan lucu banyak tersaji selama proses tersebut, karena dia harus melakukan hal-hal yang tak pernah dilakukannya seumur hidup.

Miss Granny


Berubah kembali menjadi gadis berusia 20 tahun membuat seorang nenek menjalani hidup yang lebih berwarna.

Kesepian yang dirasakan sebelumnya berubah menjadi penuh kelucuan yang membuatnya tak kesepian lagi. Cocok untuk ditonton ketika sedang bersedih, biar sedihmu cepat hilang.

Demikianlah lima film Korea paling lucu yang bisa kamu tonton, biar rasa gundah di hati segera pergi. Bukan saja karena akting alami pemainnya yang bisa membuat gelak tawa, tapi jalan ceritanya yang sangat unik dan menggelitik. Jadi, hari ini kamu mau nonton yang mana?

,

 

Review Samjin Company English Class

Samjin Company English Class (삼진그룹 영어토익반) merupakan film box office yang mendapat peringkat pertama sejak rilis dan bertahan hingga akhirnya digeser oleh Collectors. Film ini tayang serentak pada 21 Oktober 2020. Samjin Company English Class berhasil meraup 1,5 Juta penonton (Data Kobiz). Bekal ini yang akhirnya membuat aku menonton film ini.

Berlatar 1995, Samjin Company English Class berkisah tentang Lee Ja-young (Ko Ah-sung), Jung Yoo-na (Esom), dan Sim Bo-ram (Park Hye-soo) yang menjalin persahabatan sebagai sesama karyawan di Samjin. Karena hanya berstatus lulusan SMA, ketiganya terpaksa menerima tugas-tugas, yang melalui kacamata patriarki, dianggap sebagai “pekerjaan wanita” sebagaimana disebut di atas. Padahal Ja-young bergabung demi terlibat penelitian, sedangkan Bo-ram adalah si jenius mantan juara olimpiade matematika. Yoo-na? Karirnya hancur akibat dituduh menggoda atasan, walau kenyataannya, ialah yang mengalami pelecehan.

Kesempatan terbuka, sewaktu Samjin menjanjikan promosi bagi karyawan yang memperoleh nilai 600 atau lebih dalam ujian TOEIC (Test of English for International Communication). Mereka pun mengikuti kelas Bahasa Inggris, berharap sukses meraih peluang itu. Tanpa disangka, di tengah-tengah proses, Ja-young secara tidak sengaja mengetahui rahasia kelam perusahaan, yang berpotensi membahayakan nyawa banyak orang, dan melibatkan jajaran pemegang kuasa di Samjin. Trio sahabat ini berusaha untuk mencari tahu dan menyelesaikan masalah ini.


Review Samjin Company English Class

Sutradara Lee Jong-pil (juga menulis naskah) tahu cara menciptakan nuansa empowering melalui gambar-gambar yang walau klise dan agak berlebihan terkait usaha memanipulasi emosi, efektif memancing sorakan penonton. Wanita-wanita yang berjalan beriringan dalam gerak lambat, atau ketika para karyawan membentuk guard of honour sebagai bentuk penghormatan kepada mereka, merupakan beberapa contoh.

Samjin Company English Class sejatinya memberikan twist, namun terkesan berlebihan. Fokus utamanya perihal investigasi trio protagonis mengenai “siapa dalang segala kekacauan di Samjin”, yang secara bersamaan juga memperjuangkan hak para karyawan wanita. Dan seperti banyak sajian crowd-pleaser Korea Selatan yang menyelipkan elemen misteri yang dikemas kompleks, sementara twist-nya hadir bertumpukan, saling menyusul sebelum penonton sempat mencerna kejutan sebelumnya. Plot yang sedikit lambat dan twist bertubi-tubi, sempat membuat aku menahan kantuk dipertengahan film.

Judul film ini sebenarnya agak ngga 'masuk' dengan jalan ceritanya. Saya sempat membayangkan Samjin Company English Class akan seperti I Can Speak, dimaa pemain belajar bahasa inggris untuk menyelesaikan konflik, namun ternyata angan-anganku tak terwujud. Saya sedikit paham dengan maksud penulis. Berkat kelas itu, para wanita Samjin dapat bersatu memecahkan berkas-berkas rahasia yang tertulis dalam Bahasa Inggris. Dari situ pula, pesan soal “melawan invasi asing” tersampaikan, di mana wanita-wanita Korea dengan bekal pendidikan tak seberapa tinggi ini, mampu mengalahkan pihak asing menggunakan bahasa musuh mereka sendiri. Namun bahan ini terkesan tak solid. Proses belajarnya tak benar-benar mempengaruhi film ini.


Kelebihan Samjin Company English Class adalah chemistry tiga pemain utama yang luar biasa. Sebagai sahabat yang saling menyokong di saat kesulitan, saling mengisi dengan kelebihan masing-masing, sembari melahirkan interaksi mengasyikkan. Ja-young yang berdedikasi dan penuh semangat, Bo-ram yang nerdy dan menggemaskan, Yoo-na yang di balik kata-kata kasar serta kesan cuek sebenarnya menyimpan kepedulian tinggi.

Banyak bonding yang ditunjukan Samjin Company English Class, hingga akhirnya membuat film ini bias isu. Samjin Company English Class juga diangkat dari kisah nyata kejadian kebocoran Fenol oleh Doosan Electro-Materials Company di Nakdong River, Daegu pada tahun 1991. Tokoh Lee Ja-young juga dikabarkan merupakan tokoh nyata. Kamu bisa baca beritanya di sini.

,


Well, aku sedang semi hiatus nonton drama, aku hanya mengikuti on going True Beauty itu pun akun tonton ketika weekend. Tapi, sesekali aku  nonton film kalau lagi selo dan ngga capek. Beberapa hari lalu aku nonton Voice of Silence (소리도 없이), yang sempat bikin penasaran karena film ini pernah beberapa hari ranking 1 di box office Korea Selatan.

Film Voice of Silence bercerita tentang dua pria yang berprofesi sebagai pembersih TKP untuk para penjahat, Tae-in (Yoo Ah In) dan Chang-bok (Yoo Jae Myung). Mereka memandang ini hanya sebagai sebuah pekerjaan biasa. Mereka tetap bekerja keras dan rajin dalam melakukan pekerjaannya. Di sisi lain, Chang-bok juga berjualan telur dan beternak ayam, sedangkan Tae-in yang bisu hanya fokus menjadi asisten Chang-bok.

Suatu hari, mereka dipekerjakan oleh klien mereka yang bernama Yong-Seok. Tugas mereka adalah menemukan seorang gadis kecil yang menjadi korban penculikan bernama Cho-Hee dan ia masih berusia 11 tahun. Mereka terkejut dengan situasi ini, karena mereka biasanya dibayar untuk membersihkan TKP dan mengubur mayat. Keesokan harinya, mereka ingin membawa Cho-Hee ke Yong-Seok, tapi Yong-Seok tewas di tangan klien perencana lain.

Tae-in yang lebih mudah akhirnya terpaksa mengasuh Cho-hee untuk sementara. Cho-hee dipertemukan dengan adik Tae-in yang masih kecil. Dari kondisi ini, kehidupan baru Tae-in dimulai. Tae-in yang sebelumnya tak pernah peduli dengan adiknya, akhirnya luluh juga dengan ajaran sopan santun dari Cho-hee. Cho-hee juga dapat diandalkan untuk mengajari membersihkan dan menjaga rumah.

Cho-hee hampir terlena dengan kehidupannya bersama Tae-in dan adiknya, Tae-in pun juga. Namun, dibelakang Tae-in dan Chang-bok berusaha keras untuk mencari orang tua Cho-hee. Sayangnya, perjalanan mereka tak mulus dan konflik terus berdatangan.


Review Voice of Silence

Mari kita beri apresiasi tertinggi untuk Yoo Ah In, ia berhasil menambah berat badan 15 kilogram dan mencukur kepalanya hanya untuk film ini, dan juga ia berhasil beradegan tanpa dialog di film ini. Ia melakukan akting melalui ekspresi wajah untuk menggambarkan semua emosi yang ia rasakan.

Apakah aku puas menonton film ini? Jawabannya sama seperti aku ketika nonton #Alive, tapi Voice of Silence bagiku lebih baik. Kurva klimaks turun ketika Chang-bok yang meninggal tanpa ada kabar selanjutnya, penulis terlihat kebingungan film ini harus dikemanakan endingnya. Dan, akhirnya hanya diberi akhir cerita dengan penuh tanda tanya. Ada beberapa adegan yang rasanya kurang maksimal.

Aku belajar sesuatu dari ini, anak kecil belum tahu mana yang benar dan salah, yang ia bisa lakukan hanya meniru orang dewasa, percaya apa yang ia lihat. Akting Cho-hee cukup mumpuni untuk ukuran Rookie, asli this is her first project. Aku sempat ngga percaya kalau dia belum pernah mai film sebelumnya.

Overall, Silent of Silence masih bisa menjadi teman tontonanmu ketika gaboets :) 

,

 

Review More Than Family

More Than Family adalah film drama komedi keluarga yang disutradari oleh Choi Ha-na dan dibintangi Krystal Jung, Jang Hye-jin, dan Choi Deok-Moon. More Than Family tayang serentak di Korea Selatan pada bulan November dan akan tayang di layangan streaming iQiyi pada bulan ini.

Seorang mahasiswi bernama To-il (Krystal) berkerja sebagai tutor privat siswa SMA di Seoul dan mereka saling jatuh cinta. Suatu insiden kecil terjadi sehingga membuatnya To-il hamil dengan muridnya sendiri, Ho-hun (Shin Jae-hwi). Lima bulan kemudian, mereka berdua baru memberitahu orang tua mereka masing-masing. Orang tua To-il geram dengan putrinya, sementara orang tua Ho-hun justru sebaliknya merasa bahagia. Dari percakapan dengan orang tua Ho-hun yang membahas tentang seorang ayah mengantarkan putrinya menikah, membuat To-il ingin mencari tahu identitas ayah kandungnya di kota tempat ia dibesarkan.

Review More Than Family

Perjalanan To-il membuka satu per satu kenangan masa kecilnya. Hingga akhirnya membuat bati dan pikiran To-il bergejolak. More Than Family mengambil fokus pada konflik batin Toi-il dan hubungannya dengan ayah-ibu kandungnya, serta ayah tirinya. Ketidakharmonisan orang tuanya rupanya berbuah trauma pada sang putri yang memiliki ketakutan akan kebahagiaannya di masa depan. Konflik yang demikian kompleks ini  mampu disajikan dengan ringan, dibalut sisi komedi yang sangat menghibur. Adu mulut dan ceplosan konyol di antara para karakternya amat dominan sepanjang film.

Teknik one take dan long shot menjadi kekuatan tersendiri di sepanjang adegan pada film ini. Tak banyak aktor yang siap mendapat adegan seperti ini. Kasting dan akting adalah kunci dari segalanya, dan seperti kebanyakan film Korea, para pembuat film seperti tidak pernah meleset mengkasting para pemain untuk peran tertentu. Akting Krystal cukup berhasil, applause untuk gestur dan bahasa tubuhnya selama berpesan sebagai wanita yang sedang hamil. Ada kabar juga bahwa wardrope To-il sepenuhnya baju pribadi sehari-hari milik Krystal sendiri.

Review Korean Movie : More Than Family (2020)


“Kita jalani dulu, jika pada akhirnya harus bercerai, tak apa”

More Than Family menampilkan kisah menghibur bertema hamil di luar nikah dengan problematika keluarga yang sering kita temui. Dialog kunci berada di penghujung film antara To-il dengan sang ibu yang sempat menimbulkan pro dan kontra. Jika berpatok pada hukum dan tradisi tentu pernyataan ini jauh dari ideal yang melemahkan nilai sebuah pernikahan. Namun, jika berpatok pada realita, To-il juga tidak salah. Kebahagiaan keluarga bisa dicapai melalui situasi dan cara yang tidak ideal. Perjalanan mencari keluarga dan calon suaminya membuat To-il menemukan cara pandang baru pada dirinya.

,


 “Why am I the only person born different from my family?” 

Kenapa hanya aku seorang yang lahir berbeda di keluargaku?

Bori (2020) merupakan film indie asal Korea Selatan yang baru beredar luas di bioskop pada bulan Mei 2020 yang sebenarnya sudah tour de festival sejak 2018. Kim Jin-yu merupakan orang dibalik film bergenre drama dan slice of life ini. Ia didapuk sebagai penulis sekaligus sutradara. Jika kamu nyari profil film ini di Asianwiki atau Wikipedia, aku jamin ngga akan ketemu, karena film ini berisi orang-orang underground. Satu-satunya yang memiliki akun profil Asianwiki hanya pemeran si ayah, Kwak Jin-seok.

Film ini berkisah tentang anak perempuan berusia 11 tahun bernama Na Bo-ri, yang merupakan satu-satunya anggota keluarga yang dapat mendengar. Awalnya semuanya berjalan normal-normal saja, hingga Bo-ri tiba-tiba merasa tersisih dari lingkaran orang tua dan adik laki lakinya karena dia merasa sulit untuk bergabung dalam percakapan bahasa isyarat di rumah. Ini membuatnya tak memiliki nafsu makan setiap waktu makan keluarga. Suatu hari, dia tersesat di festival kembang api yang ramai. Bo-ri bingung harus bagaimana karena keluarganya tak akan sadar jika ia membuat pengetahuan di bagian informasi. Satu-satunya yang bisa ia lakukan hanya menangis di kantor polisi terdekat. Karena kejadian ini, ia ingin menjadi tuli agar tidak lepas dari genggaman keluarganya.


Selanjutnya, Bo-ri berusaha keras agar bisa tuli. Ia berdoa di kuil hingga menceburkan diri ke laut. Hingga ia benar-benar tuli untuk sementara. Namun, ia sadar bahwa ia tak bisa terus-terusan berpura-pura. Bahwa mereka saling mengisi dan membutuhkan. Bo-ri yang mengganggap orang tuanya tak menyayanginya, ternyata hanya pikiran buruk yang lewat dalam dirinya.

Film Korea memang selalu berhasil membawakan kisah drama baik di film maupun dramanya. Bo-ri berhasil membuat aku menangis. Kim Jin-yu selaku sutradara menyajikan kisah masa kecil yang sensitif dan intim tentang seorang gadis yang ingin menjadi tuli seperti keluarganya yang tersayang.


Kekuatan utama film Bo.ri berada pada hubungan erat keluarga dan kehangat suasana lingkurang Bo-ri tinggal. Ada beberapa adegan indah di mana Bo-ri dan ayahnya mengobrol bersama dalam bahasa isyarat saat dia memancing di laut. Aku merasa adanya keterikatan kuat antara putri pertama dan ayahnya di sini. Ketika ibu Bo-ri mengunjungi ayahnya juga cukup membuat sedih, karena ayahnya selama ini tak bisa berkomunikasi dengan anaknya sendiri. Hal yang cukup ironis adalah Bo-ri yang terasa diasingkan ketika ingin menjadi tuli, namun ia merasa senang karena dia berharap semakin dekat dengan keluarganya.

Akting Kim Ah-song cukup baik sebagai Bo-ri, aku merasa ia harus melesat lebih setelah ini. Ia berhasil memerankan seorang anak yang lahir normal dan merasa dirinya tidak dekat dengan keluarganya yang menyandang disabilitas. Walaupun sempat ingin menjadi tuli, untungnya Bo-ri bersyukur dengan anugrah atas tubuhnya dan menjadikan hal tersebut untuk membantu keluarganya. Aku merasa ngga ada cacat dalam kemampuan akting semua bintangnya (Lee Rin-ha sebagai Jeong-woo, Kwak Jin-seok sebagai ayah dan Hur Jina sebagai ibu), chemistry yang dibangun juga lebih dari ekspektasiku.


Sinematografi film ini indah banget! Setting kota kecil di tepi pantai, dan khususnya, rumah keluarga Bo ri yang sederhana namun aesthetic, mirip-mirip dengan Little Forest. Hampir tidak ada musik di sini, kita hanya ditemani suara angin sepoi sepoi dan suara jangkrik di siang hari. Bo-ri adalah film yang sebenarnya punya konflik yang terlihat rumit dan berat namun dibawakan secara simpel dan hangat oleh Kim Jin yu. 

Hangat dan mendekatkan, dua kata yang cukup untuk menggambarkan Bo-ri. Durasi 1 jam 50 menit sama sekali ngga terasa lama karena kita akan dimanjakan penuh dengan visual dan kedekatan keluarga Na. Selamat menonton!

Baca juga: Review Drama Korea Kairos 

,


Review Korean Movie P1H - Film ini merupakan film debut boyband P1Harmony asahan FNC Entertainment (CN Blue, FT Island, AOA, Jung Haein, Yoo Jae-seok). Tentunya pemainnya berisi anggota P1Harmony dan artis-artis dibawah naungan FNC Entertainment. P1H sendiri diproduksi oleh Lotte Entertainment dan FNC The Story.


Di masa depan (2032), kita akan disambut dengan reruntuhan Seoul menyusul wabah yang melanda Korea. Lagit di penuhi drone yang siap menembakan jarum yang terinfeksi virus kepada manusia. Sekelompok kecil penyintas mencoba menemukan cara untuk mengembalikan kehidupan mereka ke normal, mereka harus melakukan apa pun yang mereka bisa untuk tetap hidup.

Di masa lalu (2002), dua anak laki-laki yang tidak dapat mengingat siapa mereka dan tidak tahu di mana mereka berada, atau apa pun tentang apa yang sedang terjadi, tiba-tiba terbangun lalu pria tak dikenal mengejar mereka. Mereka harus mencoba mencari tahu identitas mereka dan mengapa mereka menjadi sasaran orang-orang tak dikenal ini.

Dan saat ini (2020), seorang anak sekolah menengah atas menjalani kehidupan dengan normal. Dengan ambisi untuk mendapatkan impiannya untuk menjadi seorag dancer. Lalu, ada seorang perempuan yang masih remaja, mengalami bullying di akademinya. Tiba-tiba mereka melalui kejadian mengerikan, orang-orang dengan beringasnya membunuh setelah terkena jarum virus. Mereka tidak sadar bahwa merekalah yang akan menyelamatkan dunia dari wabah mengerikan ini.

Meskipun kisah awalnya memiliki 3 setting waktu, namun ada 1 tokoh yang menjadi jembatan di antara mereka. Endingnya, mereka disatukan di tahun 2020 untuk menyelamatkan bumi dengan menggunakan kekuatan mereka.


Review Korean Movie P1H

Aku bisa bilang ada perasaan suka dan ngga suka. Aku suka dengan storyline dan segala kemajuan kualitas visualnya, tapi aku ngga terlalu suka endingnya yang nggantung dan cenderung dipaksakan untuk memperlihatkan teaser MV mereka. Setting tempat mereka hanya memakai setting tempat MV yang sering bersliweran di MV KPOP, tapi bisa dimaksimalkan dengan baik lewat DOP, efek CG & colorist ala film.

Untuk akting, sejujurnya untuk ukuran rookie actor, aku paling suka akting pemeran di tahun 2002. Tiap adegan Yoo Jae-seok & Jung Hae-in rasanya receh banget. Di film ini, banyak banget detail dan teori yang aku pribadi bertanya-tanya. Misal, Kpop Connection Universe teh naon?, Alcornya apa kabar? dan penyelesaian wabah si virusnya gimana akhirnya? Tiba-tiba udah teaser MV aja :')

Overall, I like this movie but not so much. Visual dan scoringnya mantap!

,


Honest Candidate merupakan film produksi Next Etertainment, Honest Cadidate sendiri ternyata remake dari film Brazil, O Candidato Honesto (2014). Ditangani oleh sutradara wanita, Jang Yoo-jeong (Finding Mr. Destiny,The Bros) dangan jajaran pemain yang cukup populer di telinga para pecinta drama & film Korea Selatan.

Honest Candidate berkisah tentang anggota Majelis Nasional bernama Joo Sang-sook (Ra Mi-ran) yang sudah tiga kali terpilih sebagai, dan kini tengah berkampanye untuk pemilihan selanjutnya. Adegan Honest Candidate dibuka dengan memperlihatkan video kampanye Sang-sook, ia menjual simpati dengan kisah hidup neneknya (Na Mon-hee). Namu tak disangka bahwa nenek Sang-sook belum meninggal, ia dipaksan mengasingkan diri di pedalaman, mengubah namanya agar secara hukum tercatat sebagai nenek dari Park Hee-cheol (KimMoo-yul), asisten pribadi Sang-sook.


Sang-sook memang penuh kepalsuan. Demi citra “merakyat”, ia menginjak sepatunya agar terlihat usang, membangun kemesraan palsu bersama sang suami (Yoon Kyung-ho), bahkan pura-pura tinggal di apartemen sempit walau sebenarnya memiliki rumah mewah. Setiap malam, Sang-sook dan suami memakai penyamaran lengkap, lalu diam-diam pulang ke kediaman nyaman mereka. Absurd? Percayalah, banyak politikus bertingkah lebih gila. Apa yang Sang-sook lakukan adalah cerminan relevan.

Pada suatu hari Sang-sook mengunjungi nenekya, namun kejadian itu menjadi awal kehidupan baru Sang-sook. Ia kehilangan kemampuan "pencitraan"nya dan tanpa sadar mulutnya tak terkontrol, kejadian berujung menciptakan kekacauan ketika ia melontarkan pernyataan jujur yang “tidak seharusnya” diucapkan politikus. Sayangnya, bahan ini tidak dimaksimalkan oleh sutradara dan penulis. Eksekusi case "politikus jujur" masih kurang memuaskan.

Penulis Honest Candidate, Kim Sun dan Heo Sung-Hye (SecretZoo), berusaha mengolah begitu banyak isu, dari kebohongan politikus yang menghalalkan segala cara demi kemenangan, korupsi menjadi-jadi termasuk di ranah edukasi, peran jurnalisme, melahirkan di Amerika agar si anak terhindar wajib militer, konspirasi tingkat tinggi, sampai persoalan gender, di mana Sang-sook harus menghindari citra “terlalu maskulin”, tapi di sisi lain juga memakai rambut palsu pendek (yang menurut standar kecantikan kerap dipandang kurang feminin) agar tampak sebagai politikus wanita tangguh. Tapi semuanya serba nanggung, karena kurang fokusnya penulis terhadap suatu isu. Apalagi penyelesaian konfliknya hanya ngasih rekaman CCTV para pejabat di luar kehidupan politiknya.


Satu hal yang unggul dari film ini adalah komedinya, meskipun kurang satir, tapi cukup menghibur malamku haha. Akting Ra Mi-ran tak usah diragukan lagi. Chemistry suami-istri dengan Yoon Kyung-ho juga bagus. Karakter Ra Mi-ran di sini sempat menyindir hubungan suami-istri jika si istri politikus kakap, apakah si suami akan jadi pengangguran berdalih manager si istri? Belum lagi hubungan istri dengan mertua yang juga dibahas di film ini.

Untuk kualitas produksi, yang bikin susah film bertema pemilu adalah pewarnaan. Karena warna partai politik di Korea memang tak boleh ada yang mirip. Film ini berhasil madu-padan warna, tapi untuk DOPnya masih kurang maksimal.

Overall, film ini cukup menghibur dan ringan untuk ditonton, yang penting jangan terlalu serius. Dengan durasi hampir 2 jam kurang 15 menit, film ini masih bisa dinikmati.

Baca juga : My Best Korean Movie (Part 1)

,

Sebelumnya : 15 Film Korea Terbaik (Part 1)

Forgotten (2017)


Bagi mereka yang suka dengan thriller psikologis yang intens, Forgotten adalah tontonan wajib yang mengikuti seorang pria muda yang mencoba mengungkap kebenaran di balik kembalinya tiba-tiba saudara laki-lakinya yang diculik. Film ini menghadirkan misteri edge-of-your-seat bersama dengan momen-momen horor yang menegangkan dan plot twist yang benar-benar membingungkan yang tidak akan pernah Kamu sangka sebelumnya.

My Sassy Girl (2001)


Sinema Korea biasanya terkenal dengan film thrillernya yang mengerikan, tetapi film romance-comedy yang juga mengesankan ini adalah bukti bahwa film-film Korea juga menawarkan banyak hal dalam genre yang menyenangkan. Dengan kisah cinta yang menyenangkan tentang seorang mahasiswa yang bertemu dengan seorang gadis pembuat masalah, mudah untuk melihat mengapa permata ini menjadi sangat sukses blockbuster hit.

Poetry (2010)


Pernah menonton film ini? Untuk penggemar film melankolis dan emosional, sutradara Lee Chang-dong menyampaikan kisah pedih tentang seorang wanita tua yang mengikuti kelas puisi setelah didiagnosis menderita penyakit Alzheimer. Keluarga, ingatan, dan kematian adalah semua tema yang dieksplorasi film ini dengan indah (yang berarti Kamu harus siap-siap tisu ketika menonton film ini).

Okja (2017)


Film Netflix drama petualangan (yang menampilkan bahasa Korea dan Inggris) tentang seorang gadis muda dan babi mutan raksasanya adalah produksi lain dari Bong Joon Ho - dan bahkan memiliki pemeran bintang yang mencakup aktor Amerika seperti Tilda Swinton dan Jake Gyllenhaal. Berpusat di sekitar seorang gadis Korea yang bertekad untuk menyelamatkan hewan kesayangannya agar tidak dibawa pergi oleh perusahaan yang kuat, Okja adalah bagian yang sama dari dongeng aneh dan satir yang gelap dan menarik.

I Saw The Devil (2010)


Kamu belum bisa dibilang pecinta film Korea kalau kamu belum eksplor film horror mereka, terutama dengan film thriller horor yang sangat mendalam dan mengejutkan produksi tahun 2010, yang berkisah tentang seorang agen rahasia yang berusaha menemukan pembunuh berantai psikopat yang telah membunuh istrinya. Ia dibunuh secara brutal. Kalau kamu gampang mual melihat tubuh tercacah dan kotoran manusia, lebih baik jangan nonton ini!

Secret Sunshine (2007)


Dari sutradara yang sama yang membuat Burning and Poetry(Lee Chang-dong), Secret Sunshine menampilkan drama yang memukau dan menyayat hati tentang seorang ibu yang mengalami tragedi setelah pindah ke kota baru. Song Kang-ho juga membintangi film pembuat air mata ini, yang mengeksplorasi kesedihan, keyakinan, dan kehilangan.

Mother (2009)


Jika Kamu masih belum cukup dengan film-film Bong Joon Ho, kamu bisa menonton film ini. Film bergenre misteri thriller yang menarik dan memukau, tentang seorang ibu yang dimana putranya yang cacat intelektual dituduh melakukan pembunuhan, mencoba melacak pembunuh sesungguhnya untuk membersihkan nama putranya.

Bagaimana? Kalau film Korea terbaik versi kamu apa?

 

Baca juga : Review Film Korea Call (2020)