-->
Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts
,

Hai! Long time no see ya! Sering terjadi kita sebagai manusia mengalami fase 'idk ngerasa ngga semangat aja' dari hobi, contohnya beberapa bulan aku libur menulis review di sini. Sebenarnya, ngga hanya berhenti menulis, tapi juga sempat ngga ada semangat menonton drama maupun film Korea. Tulisan ini hanya berisi review singkat tontonanku selama bulan April - Juni. Semoga ada manfaatnya ya WKWKWK (kayaknya ngga ada)


Thailand Drama

Setelah Twenty Five, Twenty One berakhir, bisa dibilang ngga ada satupun drama Korea yang berhasil menarikku atau minimal membuat aku betah nonton hingga episode terakhir. Ngga ada angin apa-apa, tiba-tiba terbesit 'apa aku nonton drama Thailand aja ya?'. Isenglah nyari rekomendasi, dan 3 drama Thailand ini yang aku tonton hingga selesai.


Happy Birthday (2018) 
วันเกิดของนาย วันตายของฉัน 

review drama thailand

"Happy Birthday : Ketika hari bahagia seseorang harus menjadi hari duka bagi semua orang.”


Gara-gara keracunan Tik Tok, ini drama pertama yang aku tonton tepat setelah Twenty Five, Twenty One selesai. Bercerita tentang seorang remaja perempuan bernama Thannam (Mild Lapassalan) yang mengalami kehidupan yang tak mudah. Ia memutuskan untuk bunuh diri di hari yang sama dengan adik laki-lakinya, Tonmai (Pluem Purim), lahir. Ketika Tonmai berusia 17 tahun, ia mendapatkan hadiah kamar pribadi yang merupakan kamar bekas kakaknya. Konflik drama ini dimulai dengan Tonmai dapat melihat roh kakaknya sendiri. Tonmai ingin mengetahui alasan Thannam bunuh diri dan membantunya menyelesaikan masalah hidupnya. Seiring berjalannya waktu, Thannam dapat memasuki raga Tonmai, tapi fisik Thannam hanya dapat dilihat adalah orang terkasihnya. Namun, di tengah ketidakmasukakalan tersebut Tonmai mengalami banyak konflik, baik dengan keluarganya, kekasih kakaknya Tee (DJ Push), sahabatnya Noinha (Jan Ployshompoo), hingga kehidupan sekolah. 


Drama ini cukup dark bagiku. Dari awal episode kita sudah disuguhi adegan penuh emosi dan depresi. Thannam sekuat itu menahan sakit selama hidupnya, bersyukurnya si adik, Tonmai sesayang itu dengan kakaknya. Meski di sini Tonmai cukup merasakan kerugian seumur hidup karena kakaknya bunuh diri di hari kelahirannya, ia berusaha untuk membantu kakaknya mengurai benang kusut kehidupannya. 


Aku sebenernya ngga berekspektasi apa-apa ketika nonton Happy Birthday, tapi kok ya bikin nangis mulu ya? Awalnya aku hanya kenal DJ Push, karena pernah on-going dramanya bareng Baifern (The Fallen Leaf). Ternyata aku baru sadar kalo sebelumnya pernah nonton projectnya Mild berjudul 46 Days, sekali lagi karena ada Baifern-nya WKWK. Drama ini recommended banget buat kamu yang suka drama dark dan sendu-sendu. 


My Ambulance (2019)
รักฉุดใจนายฉุกเฉิน

review drama thailand


AKHIRNYA GUE NONTON INI!!! Aku tuh tipe yang ngga bisa nonton drama yang lagi hits banget ketika on-going, padahal dulu tuh hampir tiap hari dengerin OSTnya, tapi aku mencoba menahan ngga kena spoiler gitu ceritanya WKWKWK. Drama ini merupakan produksi Nadao Bangkok, yang dibintangi dua aktor dan aktris papan atas yaitu Mai Davika dan Sunny Suwanmethanont (Ya Allah susah banget ngeja namanya hiks).


My Ambulance bercerita tentang kisah sahabat jadi pacar antara Peng (Sunny) dan Tantawan (Davika). Mereka berpikir bahwa mereka lahir untuk ditakdirkan elalu bersama, hal ini dibuktikan dengan Tantawan yang tiba-tiba dianugerahi kekuatan magis teleportasi yang hanya bekerja ketika Tantawan membutuhkan Peng. Namun, setelah 15 tahun berpacaran, hubungan mereka melandai. Peng fokus dengan pekerjaannya sebagai dokter IGD, dan Tantawan hanya melakukan hal-hal bucin sebagai pacar Peng. Munculah seorang dokter intern muda bernama Chalam (Sky Wongravee) ke dalam kehidupan mereka. Bersamaan dengan kekuatan magis antara Peng dan Tantawan melemah, justru kekuatan tersebut berbagi dengan Chalam. Tantawan berusaha positive thinking, namun setiap membutuhkan Peng, Chalam justru selalu hadir membantunya. Lalu bagaimana endingnya? Langsung aku kasih spoiler, ya sama Chalam-lah! WKWK


Drama ini bagus dan worth banget! Meski storylinenya agak random tapi masih sangat bisa dinikmati. Lucunya dapet, sadnya oke dan romantisnya juga ngga kalah bikin senyum.


KinnPorsche (2022)
คินน์ พอร์ช เดอะซีรีส์


Drama thailand pertama yang tahun ini aku tonton secara on-going setelah 46 Days tahun lalu. Aku ngga akan menjabarkan ceritanya, karena ya ... you know ini tontonan dosa. So, aku hanya akan review saja. 


Untuk proyek debutan dari sebuah rumah produksi baru, ini terlalu bagus! Cinematography, colorist, style, pemilihan OST, bahkan chemistry all of actors-nya sebagus itu. Sempet amazing sih, 'how?'. Kalau misal BOC tetap bisa mempertahan kualitas, aku yakin bakal bisa segede GDH atau Nadao Bangkok sih. 


Japanese Drama

Ada lumayan banyak drama Jepang yang aku tonton selama periode ini, baik on-going maupun drama lama. Karena ya karena memang nyaman dan belum bosen mengikuti drama jepang. Mereka selalu ngasih banyak pilihan genre setiap musimnya. And, ini tontonanku selama hiatus drama Korea.


The Files of Young Kindaichi 5 (2022)

review drama jepang


Siapa yang ngga asing dengan Detective Kindaichi? Yup, ini versi terbarunya. Detective Kindaichi versi ini dibintangi oleh aktor muda yang sedang naik daun Shunsuke Michieda sebagai Hajime Kindaichi dan Moka Kamishiraishi sebagai Miyuki Nanase, dan juga didampingi aktor kawakan Ikki Sawamura sebagai detektif polisi Isamu Kenmochi. Pada Detective Kindaichi versi ini, kasus-kasus yang diangkat memiliki latar cerita budaya dan mitos masyarakat setempat. Hajime berusaha memecahkan dan membuktikan bahwa mitos hanyalah mitos biasa, pembunuhan hanya bisa dilakukan oleh manusia. 


Involvement in Family Affairs (2022)
Yangotonaki Ichizoku

review drama jepang


Drama ini termasuk sinetron banget dan ala cinderella, bukan genre yang biasa aku nikmati tapi aku suka WKWKWK. Kisahnya dimulai dari kisah cinta antara Sato Shinohara (Tao Tsuchiya) seorang anak yatim dari keluarga biasa yang menjalankan kedai jeroan bersama ibunya dan Kenta Miyama (Kouhei Matsushita) anak kedua dari Miyama Group, perusahaan terkaya No. 1 selama sekian abad. Miyama Group sendiri memiliki 3 anak laki-laki dan 1 anak perempuan, namun hanya Kenta yang masuk kualifikasi sebagai penerus kerajaan Miyama Group. Keluarga Kenta menentang keras pernikahan mereka, karena tradisi Miyama hanya boleh menikah dengan keluarga berstrata tinggi. Kenta & Sato berusaha keras agar diterima di keluarga besar Miyama. 


Sato dengan kemurnian hatinya berhasil meluluhkan satu per satu anggota keluarga Miyama, namun di saat semua hampir sempurna, Kenta mengalami amnesia. Sinetron banget kan? WKWK. Meski drama ini memiliki rating biasa saja (5-7%) tapi aku masih bersedia setia menonton on-going drama jepang ini, bahkan sampai langganan Bagikuy. Kelebihan utama Yangotonaki Ichizoku menurutku ada pada chemistry Tao Tsuchiya dan Kouhei Matsushita. 


Don't Call it Mystery (2022)
Mystery to Iu Nakare


Sebagai fansnya Masaki Suda, pasti ngga boleh melewatkan drama ini! Mystery to Iu Nakare bercerita tentang seorang mahasiswa Kriminalogi (apa magister psikologi ya?) bernama Totono Kuno (Masaki Suda) yang tiba-tiba berurusan dengan polisi karena kasus pembunuhan di daerah lingkungannya tinggal. Dengan kemampuan dan bakatnya, ia membantu polisi untuk memecahkan kasus demi kasus yang masih menjadi tanda tanya. Meskipun drama ini bergenre crime detective, namun comedy lightnya masih dapet. Apalagi tiap Totono masak kare.


DCU: Deep Crime Unit (2022)


Jepang selalu ngga kehabisan ide dalam proyek drama dengan background polisi dan kedokteran. DCU bercerita tentang misteri dan kasus yang ditangani unit kepolisian dan penjaga pantai. DCU memiliki kemampuan menyelam dan memecahkan misteri yang berhubungan dengan air dan danau. Drama ini dibintangi banyak aktor terkenal, yaitu Hiroshi Abe sebagai Kepala Unit, Masayoshi Niina, Ryusei Yokohama sebagai Haruki Seno dan Anne Nakamura sebagai Takako Nariai. Sudah dipastikan ratingnya tinggi karena genre seperti ini favorit masyarakat Jepang, saya juga sih. 


Police in a Pod (2022)
Hakozume: Tatakau! Koban Joshi


Hakozume merupakan drama yang diadaptasi dari manga dengan judul yang sama. Ini drama tahun lalu sih, baru aku niatkan nonton bulan Juni kemarin. Semakin dibuat penasaran karena Hakozume meraih banyak penghargaan tahun lalu. 


Drama ini menceritakan tentang dua wanita yang bekerja di sebuah kantor polisi kecamatan (apa ya membahasakan kecamatan wkwk). Kawai Mai (Mei Nagano) adalah seorang polisi muda yang bercita-cita memiliki penghasilan tetap. Di sisi lain, Fuji Seiko (Erika Toda) adalah ace cantik dari divisi kriminal tetapi dikirim untuk bekerja di kantor polisi kecil karena karakternya sebagai pemimpin tidak membuat nyaman. Mereka memiliki karakter dan tujuan yang sangat berbeda tetapi perlahan membangun kepercayaan dan chemistry untuk melayani masyarakat. Aku ngga pernah berekspektasi Mei Nagano bisa satu proyek dengan Erika Toda.


Cherry Magic (2020)
30sai made Dotei dato Mahotsukai ni Narerurashii


Buat yang masih nyaman nonton drama BL persahabatan antarlelaki tapi ringan dan menonjolkan character development dan kualitas cerita, ini BEST sih! Dah, gitu aja WKWK. Produksi drama ini juga terbilang niat karena kualitasnya seperti drama konvesional pada umumnya. Fashion stylistnya juga sangat memanjakan mata.


Korean Drama

review drama korea 2022


Nah, bisa dibilang setelah Twenty Five, Twenty One tamat. Aku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menonton on-going beberapa drama, seperti Our Blues, Tomorrow dan Again My Life. TAPI, ngga ada yang selesai. Beneran stuck di episode sebelum 10, itu pun nontonnya skip-skipan. Tapinya lagi, aku nonton marathon Military Prosecutor Doberman. Semangatku menonton drama Korea baru kembali setelah Yumi Cells Season 2 tayang dan disusul Extraordinary Attorney Woo. Sekarang aku fokus nonton dua drama Korea itu dan menyelesaikan satu drama China berjudul Detective L.


Aku sempat juga keranjingan dengan proyek yang diangkat dari karya Agatha Cristie dan beberapa film Jepang (kalian harus nonton Soshite, Baton wa Watasareta, itu bagus banget!). Kira-kira aku harus review apa ya setelah ini?


Jangan lupa check review lainnya di sini yah! 

,

Juvenile justice review

Aku akhirnya selesai menonton Juvenile Justice. Drama comeback dari Kim Hye-soo, Kim Moo-yeol & Lee Sang-min. Trio aktor yang kualitasnya ngga diragukan lagi. Di sutradari oleh Hong Jong-chan (Life, The Most Beautiful Goodbye, Dear My Friends) dan ditulis oleh Kim Min-seok. Juvenile Justice merupakan Netflix Original Series. 


Juvenile Justice sebenarnya cukup dark, karena menggambarkan tragedi anak-anak dibawah umur. Kisahnya dimulai dari Hakim Sim Eun-seok (Kim Hye-soo) yang dipindahkan ke divisi kasus kriminal yang melibatkan remaja dan anak-anak. Hakim Sim dikenal tegas dan tak segan-segan memberikan hukuman maksimal bagi setiap kasus yang ditanganinya. Ia sangat membenci kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak, karena si pelaku tak akan mendapat hukuman setimpal sekalipun yang mereka lakukan adalah kejahatan fatal.

Juvenile justice review

Juvenile justice review

Hakim Sim tidak sendiri, ia satu ruangan dengan Cha Tae-joo. Hakim junior yang lembut, baik hati dan penyayang. Mereka dikepalai oleh Hakim Kang (Lee Sang-min), seorang Hakim yang cukup terkenal karena sudah 22 tahun berkarir dan sering mendapat undangan menjadi panelist di televisi. 


Juvenile Justice memiliki 10 episode dan 8 kejahatan yang dirangkum menjadi 6 kasus. Untuk detail per kasusnya, kalian bisa menontonyya sendiri HAHAHA. Semua kasus di Juvenile Justice diambil dari kasus nyata di Korea Selatan. Aku nyoba merangkum sedikit, kalo kamu kepo, bisa search di google yah!

Juvenile justice review

Incheon Elementary School Murder Case

Seorang remaja cewek usia 16/17 tahun menculik dan membunuh seorang anak perempuan berusia 8 tahun. Mayatnya ditemukan pada tanggal 24 Maret 2017. Sangat mirip dengan versi penggambaran di drama, si pelaku bertemu dengan korban di taman Yeonsu-gu. Si mayat korban juga di mutilasi dan dibungkus menjadi 2 kantong kresek, kemudian diletakan di water tank di rooftop apartemen. Ia mendapat hukuman penjara selama 15 tahun.

Sumber: Klik


Sookmyung Girls' High School Exam Paper Leak Case

Pelakunya ngga sebanyak di drama. Dan memang benar adanya, bahwa pelaku adalah dari kalangan keluarga kaya. Kasus ini sering disebut Sookmyung Twin Sister. Sookmyung Girls' High School sendiri adalah sekolah elit di wilayah Gangnam. Ayah dari anak kembar tersebut adalah seorang guru di sekolah yang sama dengan kedua putrinya. Awal ketahuannya bukan dari sesama guru, melainkan dari wali murid yang curiga dengan perubahan ranking secara drastis dari kedua anak tersebut. Si ayah dihukum, sedangkan kedua putrinya mendapat bimbingan dari pengadilan.

Sumber: Klik


Daejeon Middle School Student Rental Car Theft Accident

Kasus ini dikenal dengan nama Chokbeop Boy. Pada tanggal 29 Maret 2020, Daejeon Dongbu Police menangkap 8 anak berusia 13 tahun yang ketahuan mengendarai mobil tanpa menggunakan SIM dan mobil curian dari jasa rental. Persis seperti di drama, mereka berusaha kabur dan menabrak seorang pengendara motor hingga meninggal. 

Kasus ini membuat masyakarat marah dengan UU Pembatasan Hukuman terhadap kejahatan di bawah usia 14 tahun. Mereka membuat petisi untuk merevisi UU ini, hingga terkumpulah lebih dari 1 juta tanda tangan. 

Sumber: Klik


Yongin Apartment Brick Throwing Death Case

Pada bulan Oktober 2015, seorang wanita berusia 55 tahun meninggal di tempat akibat terkena batu bata dan juga ditemukan wanita 29 tahun yang cedera parah akibat hal yang sama. Pelaku dari kasus ini adalah anak berusia 9 tahun dan 11 tahun. Alasan mereka melakukan hal itu sama dengan di drama, yaitu ingin mempraktekan materi gravitasi.


Incheon Middle School Gang Rape

Kisah aslinya ada dua kejadian yang sama-sama terjadi di Incheon pada Februari 2018 dan Desember 2019. Keduanya memiliki kesamaan yaitu pelaku berusia dibawah 15 tahun. Sesuai UU, mereka tidak akan mendapat hukuman berat. Untuk korban 2018 telah melakukan bunuh diri, 5 bulan setelah kasus tersebut mencuat, dia mengalami trauma berat dan depresi karena lingkungannya tak menerimanya. 

Sumber: Klik


(Review) Netflix Juvenile Justice (2022)


First of all, sebagai fans drama bergenre hukum, drama ini ada keanehan. Yaitu letak tersangka ketika diadili kok di tengah ruangan menghadap hakim ya? Bukannya harusnya di sebelah kanan hakim dan saling berhadapan dengan jaksa? Agak mengganggu mata, tapi masih bisa dimaafkan.


Chemistry antara Kim Moo-yeol dan Kim Hye-soo disini beneran terasa. Meski karakter mereka bertolak belakang di drama ini, namun hubungan Hakim Sim & Hakim Cha memberikan aku insight banyak dari cara mereka menyelesaikan kasus. Setiap kalimat apa yang diucapkan Hakim Sim juga penuh arti, meski penampakannya seperti tak peduli.

Banyak banget hikmah dan pelajaran dari Juvenile Justice, ada satu kalimat yang membekas di aku.

"Anak tidak bisa tumbuh sendirinya" - Hakim Sim

Karena bagaimana pun, apa yang terjadi pada si anak, merupakan sebab-akibat dari apa yang terjadi di lingkungannya. Keluargalah yang paling dekat, sehingga pembentukan karakter dan cara pandang tentunya berawal dari sana. Apabila keluarganya tak baik-baik saja, pasti akan meninggalkan luka terhadap si anak. Dari luka tersebut dapat berubah menjadi berbagai bentuk, salah satunya kejahatan. 

Juvenile justice review

Applause setinggi-tingginya untuk akting Kim Hye-soo! Semua emosi beneran bisa tersampaikan dengan baik ke penonton, apalagi setiap perubahan emosi terlihat dari sorot matanya. Overall, Juvenile Justice berhasil memberikan efek hangover ke aku untuk beberapa hari, sambil nunggu hari Sabtu yang penuh drama bagus. 

,
Review AI love you 2022

Siapa yang gagal move on dari film Thailand A Little Things Called Love? Cung! Siapa yang pengen banget ada season 2nya? SAYAA!! Sayangnya, bak berharap pada rembulan, menanti season 2 dari film itu kayak ngga mungkin banget. 

Nah, Netflix berhasil menggaet dua pemain utama A Little Things Called Love yaitu Baifern Pimchanok dan Mario Maurer untuk beradu peran kembali di original movie Netflix berjudul AI Love You a.k.a Laser Candy. Film ini bercerita tentang masa depan dimana AI robot akan berdampingan dengan aktifitas manusia. Lana (Baifern) adalah seorang product designer di sebuah agensi iklan dan Bob (Mario) merupakan programmer pengembangan teknologi AI terkemuka. 

Review AI love you 2022

Review AI love you 2022

Konflik bermula dari Lana yang tak kunjung mendapat pasangan dan ia terjebak dengan hubungan aneh dengan asisten robot AI di kantornya yang bernama Dob. Dob bukan sembarang AI robot, karena ia memiliki perasaan terhadap Lana. Hal yang tidak seharusnya terjadi ini membuat code-code pada pemrograman Dob perlu direset ulang. Bob yang sebelumnya pernah berkencan buta dengan Lana ditugaskan untuk memperbaiki Dob. Malapetaka terjadi, Dob yang keras kepala akhirnya menguasai isi otak Bob. Sehingga, Bob dikuasai penuh oleh Dob. Ia mencari cara agar cintanya kepada Lana tersampaikan. 

Review AI love you 2022

Lana pun mulai jatuh cinta terhadap Bob versi Dob. Namun, ia merasakan ada yang ganjil dengan Dob maupun Bob. Di sisi lain, apa yang dilakukan Dob diketahui oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan dalam teknologi. Mereka berusaha melenyapkan Dob dalam diri Bob. Lalu berhasilkah?

AI Love You bisa dikatakan bukan film murni Thailand. Kalo kamu pecinta film hits Thailand, akan kerasa banget ngga-thailandnya (Film ini memiliki unsur komedi khas Thailand yang minim banget). Sutradaranya adalah Philip Gellat, penulis dari cyber-punk cartoon Love Death+Robots (2019) dan Stephan Zlotescu yang sebelumnya memproduksi short movie True Skin. Production House AI Love You sendiri juga bukan dari Thailand, yaitu Warner Bros dan Amazon Studio. Waah, gilasih luar negeri banget ga sih? Berarti bagus dong? BIG NO!

(Review) Thailand Movie: AI Love You (2022

Reuni Baifen dan Mario Maurer sudah sangat dinantikan oleh masyarakat Asia, karena memang sesukses itu A Little Things Called Love. Butuh 11/12 Tahun mereka untuk dipersatukan dalam 1 proyek kembali. Namun, jangan berekspektasi tinggi. Karena chemistry mereka jauh lebih terasa di A Little Things Called Love dibandingkan di AI Love You. Akting Mario di sini memang bagus, namun kelelep Baifern yang memiliki screentime lebih. Konsep AI seolah-olah hanya sebagai pemanis saja. Special effect yang mumpuni tak diikuti dengan kualitas alur ceritanya. 

Intinya, sebenarnya jangan terlalu berharap atau berekspektasi tinggi dengan film ini.

Jujur, setelah 40 menit, film ini kehilangan arah dan random banget (gimana ceritanya manusia bisa download kekuatan robot?), ketika dipaksakan nonton sampai selesai bakal ada sensasi ngantuk haha. 
,


Happiness adalah drama original TVING yang ditayangkan secara konvesional di tvN setiap hari Jum'at & Sabtu pukul 22.40 KST. Hapiness sendiri adalah hasil kolaborasi kedua dari sutradara Ahn Gil-ho dan Han Sang-woon, yang sebelumnya memproduksi Watcher (OCN). Han Sang-woon memiliki ciri khas pada karyanya, yaitu dialog yang menggunakan kalimat yang ngga biasa dan terkesan to the point. Kalau kamu menonton The Good Wife & Watcher pasti paham. 


Drama Happiness dibintangi oleh Park Hyung-sik yang baru saja keluar dari wajib militer dan Han Hyo-joo, yang baru bangun dari tidurnya hahaha. Ketika aku tahu mereka akan dibarengkan dalam 1 proyek. Jujur ngga ada bayangan ahaha. Ketika melihat still photo, aku tidak merasakan chemistry dari mereka. Dan benar, ternyata penonton dibuat gemes dari dialog-dialog singkat dan nylekit ala Han Sang Woon. Drama ini cukup menjanjikan. Hingga episode 2 ditayangkan, aku masih belum bisa nebak ini arahnya kemana. Aku baca teori di Naver Talk juga ngga nyampe otakku haha, masa ada yang bilang kalau Sae-bom punya kembaran? Tapi yang pasti ada sesuatu yang disembunyikan Sae-bom ketika ia hiatus 2 tahun sekolah. Aku baru menyadari makna Hapiness sendiri, kebahagian Sae-bom adalah memiliki rumah sendiri. Sedangkan kebahagiaan Yi-hyun adalah Sae-bom.


Aku ngga akan banyak komentar sih, karena menurutku drama Happiness sudah paket lengkap dan saling melengkapi. Mari kita bicara jajaran orang-orang dibalik layar selain sutradara & penulis. Penata musiknya, Kim Tae-sung adalah music director expert terkhusus di layar lebar dan di bawah naungan JTBC, untuk portofolio dramanya ada SKY Castle, Yumi's Cell & Law School, sedangkan portofolio filmnya tak terhitung, sudah puluhan film yang ia kerjakan. Efek CG drama Happiness dikerjakan oleh Park Sung-jin & Lee Kyung-jae yang sebelumnya bertanggungjawab dalam drama Memories of Alhambra, It's Okay to Not be Okay, Train to Busan 1&2 dan Space Sweeper. Sedangkan VFXnya dilimpahkan kepada U5K yang sebelumnya juga memiliki track record bagus, sebut saja SKY Castle, Hospital Playlist, dan Beyond Evil. Kesalahannya tuh cuman 2, tayang di TV kemalaman dan Netflix lebih milih Inspector Koo dibanding drama Happiness. Kalau baca NaverTalk, mungkin ada 20% orang yang menyayangkan Netflix ngga beli hak siar drama Happiness. 


Jirisan vs Happiness


Ada beberapa tulisan menarik di NaverTalk tentang Jirisan dan Happiness. Jika bisa, mereka ingin jam tayang kedua ini ditukar. Jirisan menjual nama-nama besar didalamnya, sedangkan Happiness menjual kerjasama tim. Satu-satunya alasan yang membuatku masih setia dengan Jirisan adalah Joo Ji-hoon, serta kepercayaanku terhadap Kim Eun-hee dan Lee Eung-bok. Well, menurutku memang Happiness lebih unggul dari segi kualitas produksi, sepertinya TVING memang ingin naik level dalam menggarap drama OTT berkualitas, sebelumnya sebut saja The Witch's Dinner dan Yumi's Cell. Yoksi, CJ Group! Haha.

,

review drama jirisan

Jirisan merupakan mega project yang menggaet dua bintang ternama, yaitu Jun Ji-hyun dan Joo Ji-hoon, tak tanggung-tanggung pemeran pendukung drama ini juga memiliki prestasi dan nama mentereng, sebut saja Sung Dong-il, Oh Jung-se, dan Jo Han-chul dan Go Min-si. Drama Jirisan adalah kerjasama sutradara Lee Eung-bok (Sweet Home, Mr. Sunshine, Goblin) dan penulis Kim Eun-hee (Signal, Kingdom, 3 Days) yang memberikan drama thriller menegangkan dengan berbagai misteri mengenai gunung Jiri yang terkenal. Gaemi (The King: Eternal Monarch, Sweet Home, When The Camellia Blooms) mendapat tempat sebagai Music Director di drama Jirisan


Ada 3 rumah produksi yang berkolaborasi dalam drama Jirisan, yaitu A Story (agensi Kim Eun-hee), Baram Picture (agensi Lee Eung-bok) dan Studio Dragon. Dalam pembuatannya, Jirisan menelan biaya sebesar 32 Miliar Won. Dari sederet fakta ini, sepertinya drama ini akan hits dan menjual ya?


Drama ini menceritakan tentang Kang Hyun-jo (Joo Ji-hoon) yang baru saja bergabung dengan penjaga hutan atau ranger gunung Jiri. Ia dibimbing oleh Seo Yi-kang (Jun ji-hyun) yang telah lama bergabung sebagai ranger dan banyak mengetahui seluk beluk mengenai gunung tersebut. Meskipun mereka memiliki karakter yang berbeda, namun ada satu hal yang membuat mereka menjadi tim yang kuat sekaligus merepotkan. Hyun-jo dan Yi-kang sama-sama memiliki rasa tanggungjawab tinggi dalam menyelesai misi dan melindungi gunung. 


Gunung Jiri memiliki kisah kelam yang jarang diketahui masyarakat. Mulai dari penebangan illegal hingga kisah kematian. Di sinilah tragedi Jiri dimulai. Hyun-jo memiliki pengelihatan masa depan tentang kehilangan di gunung Jiri. Yi-kang jelang saja tak percaya, karena ia adalah orang yang logis. Namun, serentetan kejadian membuatnya membukan diri dengan teori dan cerita Hyun-jo. Yi-kang ingin mengetahui misteri apa yang disembunyikan Hyun-jo dan gunung Jiri. 


Well, aku ngga akan cerita panjang tentang drama ini. Aku baru menonton episode 2 dan melihat rating episode 3 yang turun drastis. Setelah menonton drama ini memang kualitasnya masih di bawah ekspektasi. Namun, ceritanya masih khas Kim Eun-hee; selalu bikin penasaran. Banyak kritik yang ditujukan kepada Jirisan, dampaknya cukup signifikan. Saham Studio Dragon justru turun sebesar 5%, saham A Story pun mengalami hal yang sama. Sutradara Baek Yong-yeol (The Beauty Inside) memberi kritik "I'm not sure about my level in the first episode, but I think there is a problem with directing.I'm sorry if it's intended,". Pada episode ke dua, rating Jirisan sempat naik tajam menjadi 2 digit. Namun, sangat disayangkan, pada episode 3 rating Jirisan anjlok dari 10,6% menjadi 7,8%. Kenapa?

review drama jirisan


Efek CG dan Indoor Studio 


Aspek ini yang paling banyak mendapat sorotan. Padahal, perusahaan yang bertanggungjawab di bagian ini bukan kaleng-kaleng. Cocoa Vision sebagai CG director, memang baru 2 drama sukses yang ia garap. Namun, namanya melambung di proyek layar lebar. Sebut saja Time to Hunt, Extreme Job, dan The Spy Gone North. Dan, DNDLINE sebagai VFX tak pernah gagal, ia pernah bertanggungjawab dalam special effect Devil Judge, Sweet Home, Hotel del Luna, CLOY dan masih buanyak drama sukses. Lokasi syuting indoor Jirisan sama denga Squid Game, yaitu di Studio Cube. Heran ngga sih dengan segitu keren vendor tapi sutradara kelihatan gagal mengkontrol semua aspek visualnya? 


PPL


Aku selalu ingat bahwa PPL terburuk jatuh pada The King: Eternal Monarch, ternyata Jirisan 11-12 gokilnya. Adegan Hyun-jo minum collagen sebelum naik gunung dan adegan Egg Drop adalah yang paling ngga masuk akal. Adakah yang jualan sandwich di bawah gunung? Adakah yang mau nanjak malah disuruh minum kesehatan kulit? Ada, ini orang-orang Jirisan. Knetz menganggap Jun Ji-hyunlah yang paling merugi, karena ia membawa 3-4 seligus untuk memberi sponsor pada drama Jirisan. Contoh kecilnya, semua baju dan peralatan mendaki merupakan dari brand lokal Nepa, Jun Ji-hyun adalah musenya. 

review drama jirisan

review drama jirisan


OST & Teknik Editing Gambar


Untuk OSTnya aku akui memang ngga cocok dibeberapa momen, ditambah teknik gambar ala patah-patah (AKU EMOSI BANGET SAMA EFEK INI! BIKIN MATA SAKIT) jadinya ngga sinkron. Knetz bilang kalau musik latarnya seperti musik yang belum matang dan tidak cocok untuk drama tragedi, beberapa penasaran kenapa harus memakai bahasa inggris. 


Review Drama Jirisan


Aku bakal tetep nonton sih, karena Joo Ji-hoon adalah aktor favoritku. Aku berharap cukup episode 1-2 yang penuh kritik. Sejujurnya aku rada aneh sama drama ini, soalnya Joo Ji-hoon ngga kunjung promosi di instagramnya. Nanti malam aku mau lanjut nonton episode 3. Kalian juga harus nonton ya! Ceritanya bagus kok! ^^

,

Review The Medium (2021)

The Medium (2021) merupakan film kolaborasi antara sutradara Thailand Banjong Pisanthanakun (Shutter, Pee Mak, 4bia) dan sutradara Korea Selatan Na Hong Jin (The Wailing, The Chaser, The Yellow Sea). Film ini diproduksi oleh rumah produksi besar yaitu GDH 559 dan Showbox Korea. The Medium (2021) berhasil mendapatkan piala kategori Best Choice Film Feature pada penghargaa Bucheon International Film Festival.

 

The Medium (2021) memakai cara pengambilan gambar seperti film dokumenter. Sehingga, penonton seolah diajak berkomunikasi langsung dengan para pemain. The Medium (2021) menceritakan tentang kebudayaan Thailand berupa kepercayaan terhadap dewa. Masyarakat daerah percaya bahwa dewa akan memasuki tubuh manusia sebagai media mereka. Hal ini menjadi warisan turun temurun dari leluhur, dewa akan terus memilih medianya sesuai garis keturunan.

 

Review The Medium (2021)

Berawal dari sekelompok cinematographer yang sedang meneliti tentang kehidupan dukun yang turun temurun merupakan media dari dewa bersifat baik, dewa Bayan. Namanya adalah Nim, anak bungsu dari tida bersaudara. Ia bukanlah media asli awalnya, dewa memilih kakak perempuannya, Noy. Namun, Noy menolah dan beralih kepercayaan karena ia tak ingin dipandang sebelah mata dengan menjadi seorang dukun.

 

Suatu hari Nim pergi ke rumah Noy karena kakak iparnya bernama Willow meninggal mengenaskan. Nim bercerita bahwa keluarga Noy memiliki nasib yang buruk. Anak pertamanya, Mike, meninggal tak lama sebelum ini. Sehingga sekarang tersisa Noy dan anak perempuannya bernama Mink. Noy mendapat warisan dari keluarga suaminya sebuah toko daging anjing. Sedangkan kakak pertamanya tinggal bertetangga dengan kakak perempuannya.

 

Sesampainya di rumah Noy, Nim merasakan adanya keanehan pada diri Mink. Nim berusaha mencari tahu apa yang terjadi, namun Noy berusaha menjauhkan putrinya dari adiknya. Seiring berjalannya waktu, Mink semakin aneh layaknya orang memiliki kepribadian ganda. Kadang Mink bersikap seperti anak kecil, pemabuk, anak nakal, hingga seorang pelacur. Mink mengira bahwa ia akan penerus dukun dan ini adalah proses masuknya dewa Bayan pada dirinya.

 

Review The Medium (2021)

Kondisi Mink semakin parah. Ia bercerita pada kameramen bahwa ia bertemu dengan sosok pria besar yang memiliki berbagai mantra pada tubuhnya. Pria itu membisikan sesuatu pada Mink, namun ia tak bisa mendengar secara jelas apa yang Pria itu katakan. Kondisi fisik Mink juga semakin lemah, perutnya nyeri hebat dan vaginanya selalu mengeluarkan darah. Ia pun dipecat dari kantornya, namun bukan karena alasan sakitnya. Namun, ketika Mink dirasuki arwah pelacur, ia menggunakan kantor sebagai tempat berhubungan setiap malam.Tak jarang teman-teman kantornya menemukannya dalam keadaan penuh darah di pagi hari.

 

Review The Medium (2021)

Mink semakin tidak tahan dan tak terkontrol. Setiap malam ia akan dirasukan berbagai macam arwah jahat. Mink kabur dan tidak ditemukan, Noy akhirnya meminta pertolongan pada adiknya. Nim segera mencari tahu kebenaran dibalik kejadian yang menimpa keponakannya. Banyak fakta yang ia temukan, mulai dari kisah dibalik kematian Mike yang ternyata bunuh diri. Dalam kepercayaannya, bunuh diri adalah dosa besar dan hina. Ada fakta mengejutkan lainnya, bahwa Mike dan Mink terlibat hubungan incest. Nim akhirnya melakukan ritual untuk mencari tahu dimana Mink berada.

 

Seminggu kemudian, Nim berhasil menemukan di Mink di sebuah gedung kosong di tengah hutan. Ia selamat, namun yang sebenarnya jiwa Mink telah tiada. Tubuh Mink dirasuki ratusan arwah secara bergantian. Nim mencari tahu kebenaran dibalik ini. Ternyata Mink adalah penembusan dosa dari ayah dan ibunya. Leluhur ayahnya pernah membantai banyak orang dan ibunya menolak kehadiran dewa. Nim mengajak mereka ke tempat pemusnahan arwah jahat. Mereka bersiap dan berencana membuat ritual besar untuk Noy & Mink. Sayangnya, plot twist terjadi. Nim yang dikira akan menjadi kunci dari semua kejadian buruk ini justru meninggal di dalam sebelum ritual.

 

Review The Medium (2021)

Sementara Mink semakin ganas, kekuatan arwah jahat juga semakin kuat. (Spoiler!!) Semua kaluarga dan orang berurusan dengan ritual ini meninggal, tak terkecuali semua kameramen. Tersisa Mink yang semakin liar.

 

Review The Medium (2021)

 

Review The Medium (2021)

Bagaimanapun, saya terkesima dengan film ini. Durasi 2 jam 10 menit sama sekali tak membosankan, karena plot dibuat padat dan rinci. Ide cerita yang diangkat juga cukup kreatif. Banyak plot twist yang dihadirkan dalam The Medium (2021). Saya ngga kepikiran bahwa film ini akan berakhir seperti Debba, dimana yang kejam menjadi pemenangnya. Saya pikir Nim akan menjadi pemain kunci yang menyelamatkan keluarga, nyata ia hanya manusia biasa yang masih ragu atas keyakinannya. Dewa Bayan yang awalnya diagung-agungkan juga tak memperlihatkan kekuatannya. Namun, apa yang terjadi terhadap Mink masih menjadi tanda tanya. Sehingga saya berpikir, apakah akan ada The Medium 2?

 

Kelebihan yang tidak boleh terlewatkan dari The Medium (2021) adalah sinematografinya. Meskipun pengambilan gambarnya ala dokumenter, namun kualitasnya benar-benar diluar ekspektasi. Pergerakannya tidak mengganggu dan justru menambah intensitas rasa seram, seakan kita ada di situasi tersebut.

Review The Medium (2021)

Perihal akting, GILAK YANG JADI MINK TOTALITAS BANGET!! Narilya Gulmongkolpech berhasil menunjukan taringnya. Saya merasa dia benar-benar sedang kerasukan, kehadirannya benar-benar terasa seperti ancaman besar. Perubahan fisik menjadi sangat kurus juga butuh diacungi jempol, entah itu hasil diet atau CG tapi benar-benar bikin bergidik.

 

The Medium (2021) menjadi salah satu film horor terbaik tahun in. Plotnya simpel dan jumpscare yang minim, namun bikin merinding dan takut gelap hahaha. Kalian harus nonton ini!

 

,

Ending Drama Hometown Cha Cha Cha

Drama Sabtu-Minggu tvN "Hometown ChaChaCha" yang ditayangkan pada tanggal 17, berhasilkan menyelesaikan kisahnya dengan akhir yang bahagia. Pada episode ke-16, rating naik menjadi rata-rata 13,3%, maksimum 14,5%, rata-rata nasional 12,7%, dan maksimum 13,7%, ini menjadi sebuah pencapaian tertinggi Hometown ChaChaCha.


Sejarah masa lalu Hong Doo-sik (Kim Seon-ho) terungkap dalam episode ke-15 yang ditayangkan kemarin. Hong Doo-sik sangat baik sehingga aku sepenuhnya mengerti bahwa Hong Doo-sik merasakan trauma yang luar biasa karena petugas penjaga keamanan yang gagal berinvestasi dan saudara kakaknya yang meninggal dalam kecelakaan mobil padahal Hong Doo-sik tidak melakukan kesalahan. Pada episode 15 banyak banjir air mata, nenek Gamri pergi meninggalkan dunia selamanya.

Ending Drama Hometown Cha Cha Cha

Ending Drama Hometown Cha Cha Cha

Seperti yang diinginkan nenek Gamri (Kim Young-ok), cerita dimulai dengan semua orang Gongjin berkumpul bersama untuk tertawa dan mengobrol, memperingati perjalanan terakhir Gamri dalam suasana meriah. Kemudian, Doo-sik menemukan surat dalam keranjang jagung yang telah ditulis nenek Gamri selama hidupnya dan membacanya dengan Hye-jin. Doo-sik meneteskan air mata begitu banyak seolah memuntahkan kesedihan yang dia alami dalam pelukan Hye-jin. Pada saat yang sama, penduduk desa juga berduka dengan cara mereka sendiri, mengingat kenangan mereka dengan nenek Gamri.

Ending Drama Hometown Cha Cha Cha

Ending Drama Hometown Cha Cha Cha

Seiring berjalannya waktu, kisah cinta antara Hye-jin dan Doo-sik akhirnya mengalami peningkatan dan Sung-hyun (Lee Sang-yi) juga terlihat memulai hubungan baru dengan penulis Wang (Park Ye-young). Hye-jin memutuskan untuk tetap menjadi satu-satunya dokter gigi di Gongjin daripada seorang profesor klinis yang didambakan semua orang, ia memutuskan untuk melamar Doo-sik karena dia ingin menjadi anggota keluarga Doo-sik. Tak disangka, Doo-sik melakukan hal yang sama. Hye-jin berkata, "Aku harap sepatu kami selalu berdampingan di pintu depan". Ia bertanya, "Maukah kamu menikahiku?". Doo-sik berkata, "Mari kita hidup bersama hari ini, besok, dan sepanjang waktu."


Pada akhir Hometown ChaChaCha memperlihatkan kebahagian pernikahan Hye-jin dan Doo-sik dengan semua orang Gongjin yang hadir. Tak hanya itu, penduduk Gongjin juga menjalani hidupnya dengan baik setelahnya. 

Ending Drama Hometown Cha Cha Cha

Ending Drama Hometown Cha Cha Cha

Melihat Yoon Hye-jin, yang sedang mempersiapkan pernikahan di episode ke-16, aku ingat pernyataan yang dia buat ketika dia mengakui cintanya kepada Hong Doo-sik di episode 10. Ia mengatakan, "Aku adalah manusia terencana yang membuat jadwal hidup sampai aku berusia sembilan puluh sembilan tahun." Dan Yoon Hye-jin juga mengira dia adalah orang yang benar-benar tahu orang seperti apa dia.

Ending Drama Hometown Cha Cha Cha

Kisah ikatan yang kuat terbentuk antara orang-orang yang tinggal di desa Gongjin memberikan rasa healing dan kenyamanan. Hometown ChaChaCha berhasil membuatku terasa hangat, kadang bikin ketawa, kadang juga bikin nangis, rasanya seperti sedang healing ketika menonton ini. Kisah emosional karakter yang digambar secara pas menjadi kekuatan tersendiri.


Review Drama Hometown Cha Cha Cha

Ending Drama Hometown Cha Cha Cha

Penulis Shin Ha-eun kembali ke Drama Hometown ChaChaCha, yang sebelumnya ia juga sukses membuat versi drama dari The Crowned Clown. Sekali lagi ia berhasil membuat adaptasi film ke drama dengan baik. Sutradara Yoo Je-won juga semakin memberi pembuktian pada karyanya. Sepertinya dia memang cocok dengan drama romance melodrama, seperti Hi Bye Mama!, Tomorrow with You dan Hundred Million Stars From The Sky. Di sisi lain, tentu sulit untuk berhasil menyesuaikan karya asli. Banyak harapan yang diberikan penonton kepada mereka.


Di antara para aktor, Shin Min-ah, yang membuatku menonton drama ini. Bahkan, Shin Min-ah menunjukkan aktingnya yang indah secara alami. Aku menonton semua dramanya karena aku rasa dia ngga akan salah pilih proyek. Dalam Hometown ChaChaCha, Shin Min-ah berhasil mengambil peras sebagai seorang wanita profesional bernama Yoon Hye-jin dan seorang dokter gigi yang sangat hangat. Jadi, proyek ini merupakan tantangan baru Shin Min-ah, karena ia memainkan karakter baru yang belum pernah ia ambil sebelumnya. Aku berharap Shin Min-ah akan memilih karya yang dapat menunjukkan skill akting baru di proyek selanjutnya.

Ending Drama Hometown Cha Cha Cha

Jika bicara tentang skill akting yang membekas, hal pertama yang terlintas dalam pikiran adalah Lee Bong-ryeon, yang memainkan peran Yeo Hwa-jung, yang marah pada Jang Young-guk (In Kyo-jin) di episode ke-12. Lee Bong-ryeon berhasil memperlihatkan keterampilan aktingnya yang luar biasa. Adegan keluarganya di episode 15 juga berhasil membuat para penonton meneteskan air mata.


Dalam drama Start-up, Kim Seon-ho menunjukkan kemampuan akting yang sangat baik yang berbeda dari aktor utama lainnya. Jadi, aku berpikir bahwa Kim Seon-ho akan menjadi aktor populer jika dia memilih proyek berikutnya dengan baik. Untungnya, ditengah ketidakjelasannya saat itu akan mengambil proyek mana, karena terlalu banyak tawaran, ia memilih Hometown ChaChaCha dan ini adalah pilihan yang tepat. Selain itu, Kim Seon-ho tampaknya telah benar-benar membuktikan dirinya sebagai aktor terkemuka dengan visual yang baik dan keterampilan akting yang baik di Hometown ChaChaCha.

Ending Drama Hometown Cha Cha Cha

Hometown ChaChaCha was a life drama, lovely and heartwarming for me. Thanks to Dooshik, Hyejin, and Gongjin this summer, I was so happy to cry and laugh. It was perfect and touching until the end. I'll keep it in my memory forever. My life's healing drama, Hometown ChaChaCha.


,

review squid game 2021

After almost 1 month of release, I finally have a chance to watch Squid Game (Netflix, 2021). Aku sangat menunggu Squid Game rilis sejak Park Hae Soo & Lee Jung Jae diumumkan akan menjadi cast utama Squid Game. Ngga pernah ada banyangan bahwa drama ini akan menjadi serial tersukses di platform Netflix, bahkan mengalahkan Money Heist.

 

Squid Game (오징어 게임) merupakan drama bertema bertahan hidup yang ditulis dan disutradari oleh Hwang Dong Hyuk, yang sebelumnya juga memiliki track record apik di dunia perfilman Korea Selatan. Sebut saja Silenced, The Fortress dan Miss Granny. Menurut pengakuannya, kisah Squid Game sudah ia buat sejak 2008-2009, namun ia mengalami banyak penolakan karena menurut pihak produksi cerita drama ini tidak menarik dan tidak masuk akal. 

 

Review Squid Game

 

review squid game 2021

Kisah bermula dari Song Gi-hun (Lee Jung Jae), seorang sopir taksi miskin yang terlibat banyak hutang dan hobi judi, terpojokan dengan keadaan. Putri kandungnya harus pindah ke Amerika mengikuti Ibu & Ayah tirinya. Ia juga dikejar-kejar rentenir dan hasil judinya diambil orang. Ia tak berkutik dan mencari cara agar ia tetap bisa bertahan hidup. Di perjalanan pulang, ketika ia termenung di status bawah tanah, ia bertemu dengan seseorang yang menawarinya bermain, jika ia menang ia akan mendapat uang 100 ribu won setiap kali main. Diakhir permainan, laki-laki itu menawarkan sebuah permainan dengan hadiah yang cukup besar, jika tertarik Gi-hun disuruh untuk menghubungi nomor yang tertera dibelakang kartu.

 

Long story short, Gi-hun tertarik dengan tawaran itu. Ia mengikuti semua prosedur dan aturan main. Tak disangka, ia bertemu dengan kawan sedaerahnya, Sang-woo, seorang lulusan Seoul National University dan kebanggaan daerahnya. Gi-hun menyadari bahwa Sang-woo sedang tak baik-baik saja. Karena permainan ini hanya untuk mereka yang memiliki masalah keuangan. Ada 456 orang yang harus mengikuti 5 permainan, bagi mereka yang kalah, mereka akan mati saat itu juga. 1 orang memiliki harga 100 juta won yang nantinya akan diakumulasi dan diberikan kepada pemenang.

 

review squid game 2021

Permainan pertama yaitu Mugunghwa has bloomed (무궁화 꽃이 피었습니다), dimana ada sebuah robot anak perempuan yang akan memutar kepalanya. Setiap ia menghadap ke peserta, sensor pada matanya akan mencari gerakan. Peserta yang bergerak akan ditempak oleh pasukan. Pada permainan ini, 255 orang dieliminasi, dan tersisa 201. Setelah permainan pertama selesai, terjadi bergolakan batin karena permainan ini terlalu kejam. Voting dilakukan, hasilnya permainan dihentikan dan mereka dikembalikan ke Seoul. Sayangnya, ternyata kehidupan nyata mereka terasa lebih kejam dibanding dipermainan itu. Mereka diberi kesempatan lagi untuk kembali bermain.

 

review squid game 2021

Permainan selanjutnya, Dalgona Candy (설탕 뽑기), mereka harus memilih 1 dari 5 pola dan memotong dalgona candy sesuai pola tersebut, jika tidak berhasil maka ia harus dibunuh. Permainan ini berhasil mengeliminasi 79 orang, lalu ter sisa 108 orang. Masih ada beberapa permainan lagi, yang paling membekas bagiku adalah permainan kelereng (구슬치기). Karena mereka mau tidak mau harus mengeliminasi pasangan mereka. Scene pada permainan ini mengandung bawang huhuhu!

 

review squid game 2021

Kisah di luar permainan itu, ada seorang detektif muda bernama Hwang Jun-ho yang mencari kakaknya. Ketika Gi-hun melaporkan ke polisi tentang kegiatan permainan aneh itu, Jun-ho menyadari bahwa kejadian ini mirip dengan apa yang dialami oleh kakaknya yang telah lama hilang. Ketika Gi-hun dalam perjalanan kembali ke pulau tempat permainan, Jun-ho mengikutinya dari belakang dan mengambil kostum pasukan. Ia berusaha mengikuti cara kerja pasukan di dalamnya. Pasukan Squid Game memiliki 3 macam pola yang tergambar pada topengnya. Pola lingkaran memiliki kasta terendah, tugasnya hanya untuk menjemput, mempersiapkan permainan dan merapikan barisan peserta. Pola segitiga adalah yang paling kejam, karena ia adalah jagal dan bagian pendisiplinan peserta. Kasta paling atas digunakan dihuni oleh pola kotak, ia yang bisa berkomunikasi langsung dengan Front Man sekaligus memberi intruksi terhadap si lingkaran dan si segitiga.

review squid game 2021


review squid game 2021

Jun-ho berusaha mencari tahu dimana kakaknya, segala cara ia gunakan hingga ia masuk ke ruangan rahasia di kantor Front Man. Banyak kejadian ia lewati hingga pada akhirnya ia mengetahui bahwa Front Man adalah kakaknya sendiri. Jun-ho masuk ke jurang laut setelah bahunya ditembak oleh kakaknya. Lalu, bagaimana kelanjutan nasibnya? Ngga mati kan ya?

review squid game 2021


Lalu, siapa pemenang Squid Game? Jelas Song Gi-hun. Diakhir permainan ia harus melawan sahabatnya sendiri, Sang-woo yang sudah dibutakan oleh uang. Sang-woo memilih untuk bunuh diri dan Gi-hun menjadi pemenangnya. Gi-hun mendapat uang 45,6 M Won, sayangnya ia terlanjur terpukul dengan semua kejadian buruk yang ia alami di Squid Game. Belum lagi, ia pulang dan mendapati Ibunya meninggal sendirian di kamarnya. Asli gue nangis banget di scene ini!

 

review squid game 2021

Untuk kisah lengkapnya, kalian pasti udah tau atau lebih baik nonton sendiri ya! ^^

 

Review Squid Game, Worth it Kah?

 

review squid game 2021

I do love their DOP, colorist dan music BGMnya! Bener-bener enak banget dilihat dan didengar. Udah itu aja hahaha. Ceritanya good, tapi ngga yang seamazing banget, ya emang drama ini bagus. Aku suka konsep permainan anak-anak Korea Selatan yang diangkat di drama ini, apalagi drama ini sehits itu. Ngga paham lagi sebahagia apa Kementerian Budaya dan Pariwisatanya hahaha. Untuk akting ngga ada koreksi, karena emang semuanya udah expert dibidangnya kecuali Jung Ho-yeon, karena this is her very first project di bidang seni peran.


Fakta menarik lainnya dari Squid Game adalah minimnya penggunaan CGI. Pada episode pertama, ada 456 peserta. Hebatnya, itu adalah aktor sebenarnya bukan trik CGI. Mengarahkan 456 aktor itu sulit dan membutuhkan kerja sama dengan masing-masing aktor. Inilah hal di sebagian besar drama Korea: totalitas. Setiap detail termasuk aspek minor dipertimbangkan dengan baik.


Netflix emang hobi bikin kejutan, bisa-bisanya menggaet 2 aktor Chungmuro (Hollywood-nya Korea) menjadi cameo, ada Lee Byung-hun dan Gong Yoo di sini. Apalagi ada Lee Jung Jae kan, duh ini sebuah fenomena langka huhuhu. Kalau misal ada Squid Game season 2 dan bercerita tentang mereka, wah bakal ga nyampe otakku buat bayangin bakal sekeren apa nanti.

 

Di banding capek mikir bagusan mana antara Squid Game atau Alice in Borderland, mending tonton dulu aja. Karena feel dua serial tersebut emang beda, jadi ngga bisa dibanding-bandingkan sih. Sama-sama worth it buat ditonton!