-->
Showing posts with label Korean Movie. Show all posts
Showing posts with label Korean Movie. Show all posts
,

 


Film In Our Prime (이상한 나라의 수학자) merupakan film Korea yang dibintangi oleh Choi Min-sik (Forbidden Dream, I Saw The Devil, Oldboy), Kim Dong-hwi (Stranger 2), Park Byung-eun (Seobok, Eve, Kingdom S2) dan Park Hae-joon (The World of The Married, Beliver, Emergency Declaration). In Our Prime tayang serentak di Korea Selatan pada bulan Maret 2022 dan meraih lebih dari 500.000 penonton. Project ini merupakan debut Kim Dong-hwi di layar lebar sekaligus menjadi pemeran utama, tak tanggung-tangung ia langsung masuk nominasi Best New Actor pada Baeksang Arts Award ke-58 Mei lalu. 


Kisah In Our Prime (2022) berkutat pada para siswa baru di Donghun Academy. Sekolah Science ketermuka di Korea Selatan yang siswanya 100% masuk ke perguruan tinggi BIG 3 dan diproyeksikan untuk mengikuti olimpiade tingkat internasional. Sekolah elit ini memiliki berbagai jalur penerimaan siswa, mulai dari beasiswa prestasi dari keluarga tak mampu hingga jalur reguler khusus keluarga kaya tentunya dengan kecerdasan yang di atas rata-rata. Ketika siswa pandai dengan berbagai strata ekonomi ini dikumpulkan maka terjadilah pergulatan mental bagi si miskin yang terasingkan. Han Ji-woo (Kim Dong-hwi) salah satu dari si miskin yang merasakan pengalaman pahit ini. 




Han Ji-woo memiliki prestasi mentereng sejak kecil dan merupakan siswa langganan olimpiade. Meskipun ia memiliki background ekonomi yang serba cukup, ia tak kekurangan kasih sayang dari ibunya. Ayahnya meninggal ketika ia masih berusia 6 tahun, kemudian ibu Ji-woo berusaha menggantikan posisi ayahnya untuk mencari nafkah tanpa meninggalkan perannya sebagai ibu. Ji-woo pun berusaha membanggakan dan menaikkan derajat ibunya. Ia berhasil diterima di Donghun Academy dengan jalur beasiswa prestasi, namun ia menyadari bahwa ia tak cukup kuat beradaptasi di sana. Siswa dengan perekonomian lebih tinggi membullynya dan wali kelas menekannya untuk pindah sekolah karena prestasinya merosot (nilai matematika hanya mendapat 9/10). 


Ji-woo yang dijebak oleh teman-temannya mendapat hukuman skors asrama selama 1 bulan. Hidup pasca jam sekolahnya tak jelas hingga ia bertemu dengan Ri Hak-sung (Choi Min-sik), seorang pembelot Korea Utara yang menjadi penjaga sekolahnya. Ri Hak-sung merupakan orang berwatak kaku dan ketinggalan jaman. Ji-woo menyadari bahwa Hak-sung bukan orang biasa, tugas matematikanya tiba-tiba terisi penuh dengan jawaban yang benar ketika ia menginap di kantor Hak-sung. Ji-woo berusaha meluluhkan hati Hak-sung agar mau menjadi tutor matematikanya. Karena apabila ia tak mendapat nilai memuaskan pada UAS, maka ia tak akan mendapat kesempatan melanjutkan ke sekolah tersebut. Ia juga tak mampu untuk membayar bootcamp matematika seperti teman-temannya. 


Review In Your Prime (2022)

Review In Your Prime (2022)

Ri Hak-sung yang awalnya susah didekati, akhirnya bersedia membantu Ji-woo. Lambat laun hubungan mereka layaknya ayah dan anak, hingga suatu saat Ji-woo mengetahui rahasia kelam Hak-sung. Sebelumnya Hak-sung merupakan profesor matematika yang cukup terkenal secara internasional bahkan ia calon terkuat untuk mendapat penghargaan nobel. Dunia sedang mencarinya. Ia memiliki anak seumuran Ji-woo yang hidupnya singkat karena tak kuat hidup dengan tekanan sebagai pembelot di Korea Selatan. Niat Hak-sung saat itu hanya ingin masa depan pendidikan anaknya terjamin di Korea Selatan, namun ia buta situasi, ia terlalu mengejar impiannya hingga tak sadar bahwa anaknya sebenarnya sedang dalam kondisi tak baik-baik saja. Ya, anaknya dibully di sekolah hingga memutuskan bunuh diri.


Ji-woo berusaha membahagiakan Hak-sung dan Hak-sung merasakan seperti hidup kembali setelah bersama Ji-woo. Ia mengajarkan tentang arti hidup kepada Ji-woo melalui teori-teori matematika.


Pada ujian akhir sekolah, ujian matematika dibuat model olimpiade phytagoras yang nantinya menjadi ajang penentuan wakil untuk olimpiade phytagoras internasional. Ji-woo berhasil melalui ujian tersebut, namun ia mendapat fitnah oleh wali kelasnya sendiri. Wali kelasnya merupakan guru yang membuat kursus terselubung dengan menjual soal pada orang tua siswa kaya. Ji-woo terancam dikeluarkan. Lalu dimana Hak-sung ketika Ji-woo sedang dalam ancaman?


Review In Our Prime (2022)

Review In Your Prime (2022)

"인생이 얼마나 복잡한지 알게 된다면...."
Math is simple.
Can't you believe that math is simple?
When you realize how complicated life can be...

Music scoringnya memanjakan telinga banget! Salah satu OSTnya juga dibuat dari teori matematika. Kecintaan Ri Hak-sung dengan Johann Sebastian Bach membuat film ini terasa lebih indah karena sebagian scoringnya diambil dari karya Bach. Untuk visualnya, penonton juga dibuat terpukau dengan DOP-nya, komposisi warna dan objek bikin betah.


Untuk akting para pemain dan jalan cerita ngga perlu ditanyakan lagi. Film ini sepertinya salah waktu tayang karena Maret tuh lagi besar-besarnya pembatasan di Korea Selatan. In Our Prime sudah tayang di Netflix Korea dan langsung menempati trend No.1 dan hingga saat ini, selama 5 minggu, ia betah di TOP 10 Netflix Korea.


Baca juga: Review Drama Adamas (2022)


Aku cukup terpukau dengan Kim Dong-hwi karena ini debut aktingnya di usia 26 tahun, ia berhasil menjadi siswa kelas 10 yang sedang bimbang sekaligus semangat dengan kehidupannya. Visualnya mirip Bae Hyun-sung & Yoon Chan-young, sedangkan suara dan intonasinya mirip Kim Sung-cheol. Aku sampe mikir, "Lu kemana aja selama ini!?". Setelah aku kepo ternyata dia lebih fokus menyelesaikan kuliahnya dibanding karir akting. Ia sempat membintangi beberapa film, namun hanya sebagai cameo sepersekian detik dan sebuah film festival queer yang merupakan proyek kampus.


Film In Our Prime (2022) cocok untuk kamu yang ingin mencari prespektif lain dari sebuah rangkaian angka. Aku berharap setelah ini karir akting Kim Dong-hwi semakin bersinar. 



OSTnya yang dari teori matematika


,

Escape From Mogadishu Review

Escape From Mogadishu adalah film Korea Selatan yang dibintangi sederatan aktor Chungmuro, sebut saja Kim Yoon-seok, Huh Joon-hu, Koo Kyo-hwan, dan Jo In-sung. Film ini disutradari oleh Ryoo Seung-wan yang sebelumnya sukses menggarap Veteran dan The Battleship Island. Escape From Mogadishu berhasil menjadi film No. 1 di Korea Selatan untuk tahun 2021. Pada era pandemi ini, mereka berhasil mengumpulkan lebih dari 2 penonton. Meski film ini memakai latar tempat Mogadishu yang notabene merupakan ibu kota negara Somalia, namun mayoritas film ini dikerjakan di studio dan Maroko. 


Kisah film ini di mulai pada tahun 1990, ketika Korea Selatan sangat ingin bergabung menjadi anggota PBB, ia harus menggebu-gebu untuk mencari suara dari negara-negara untuk pengesahan sebagai anggota PBB. Korea Selatan kali ini berupaya untuk ‘merayu’ para pemimpin di benua Afrika tersebut termasuk di antaranya, diktator Somalia, Mohamed Siad Barre.


Perjuangan Korea Selatan untuk mendapat hati Somalia ternyata tak mudah, ia harus bersaing dengan Korea Utara untuk mendapatkan dukungan dari negara di Afrika Timur tersebut. Segala  upaya mereka lakukan, namun gagal. Waktu tak memihak mereka. Kondisi Somalia semakin terperosok dan tak bisa ditinggali lagi karena negara dikuasai oleh para anarkis.


Korea Selatan dan Korea Utara yang harus bekerja sama untuk melarikan diri dari perang saudara Somalia. Dalam film ini sudah jelas terdapat dua jenis konflik yang sedang terjadi. Konflik yang pertama adalah perang saudara Somalia sedangkan konflik kedua adalah perseteruan di kedua negara Korea itu. Beruntung para Dubes dapat berpikir dingin. Mereka bertekat untuk keluar dari Somalia tanpa harus ada yang meninggal. Lalu apakah berhasil? Jelas tidak, menghadapi para anarkis sangat tidak mudah karena jalanan dikuasai penuh oleh mereka. 


Review Escape From Mogadishu (2021)


Dengan durasi 2 jam lebih, Escape From Mogadishu menghabiskan sebagain waktunya untuk memperkenalkan karakter Dubes dan Inter Korea Selatan dan Korea Utama, bagaimana persaingan trik politik antara Korea Selatan dan Korea Utara terjadi. Escape From Mogadishpenuh dengan pertunjukan dramatis dan aksi tentang bagaimana mereka harus keluar dari negara di mana sebagian besar penduduknya menginginkan mereka mati.


Film ini dikerjakan oleh Dexter, jadi penonton akan dimanjakan matanya. VFX dan CG yang cukup baik dan kualitas akting para aktor menjadi poin kuat dalam film ini. Escape From Mogadishu sudah memborong nominasi dan penghargaan dan masih akan terus bertambah hingga Baeksang Award tahun depan.


Escape from Mogadishu adalah film terbaik tahun ini. Preferensi para penonton Korea Selatan memang ngga perlu diragukan lagi.



,

Review The Medium (2021)

The Medium (2021) merupakan film kolaborasi antara sutradara Thailand Banjong Pisanthanakun (Shutter, Pee Mak, 4bia) dan sutradara Korea Selatan Na Hong Jin (The Wailing, The Chaser, The Yellow Sea). Film ini diproduksi oleh rumah produksi besar yaitu GDH 559 dan Showbox Korea. The Medium (2021) berhasil mendapatkan piala kategori Best Choice Film Feature pada penghargaa Bucheon International Film Festival.

 

The Medium (2021) memakai cara pengambilan gambar seperti film dokumenter. Sehingga, penonton seolah diajak berkomunikasi langsung dengan para pemain. The Medium (2021) menceritakan tentang kebudayaan Thailand berupa kepercayaan terhadap dewa. Masyarakat daerah percaya bahwa dewa akan memasuki tubuh manusia sebagai media mereka. Hal ini menjadi warisan turun temurun dari leluhur, dewa akan terus memilih medianya sesuai garis keturunan.

 

Review The Medium (2021)

Berawal dari sekelompok cinematographer yang sedang meneliti tentang kehidupan dukun yang turun temurun merupakan media dari dewa bersifat baik, dewa Bayan. Namanya adalah Nim, anak bungsu dari tida bersaudara. Ia bukanlah media asli awalnya, dewa memilih kakak perempuannya, Noy. Namun, Noy menolah dan beralih kepercayaan karena ia tak ingin dipandang sebelah mata dengan menjadi seorang dukun.

 

Suatu hari Nim pergi ke rumah Noy karena kakak iparnya bernama Willow meninggal mengenaskan. Nim bercerita bahwa keluarga Noy memiliki nasib yang buruk. Anak pertamanya, Mike, meninggal tak lama sebelum ini. Sehingga sekarang tersisa Noy dan anak perempuannya bernama Mink. Noy mendapat warisan dari keluarga suaminya sebuah toko daging anjing. Sedangkan kakak pertamanya tinggal bertetangga dengan kakak perempuannya.

 

Sesampainya di rumah Noy, Nim merasakan adanya keanehan pada diri Mink. Nim berusaha mencari tahu apa yang terjadi, namun Noy berusaha menjauhkan putrinya dari adiknya. Seiring berjalannya waktu, Mink semakin aneh layaknya orang memiliki kepribadian ganda. Kadang Mink bersikap seperti anak kecil, pemabuk, anak nakal, hingga seorang pelacur. Mink mengira bahwa ia akan penerus dukun dan ini adalah proses masuknya dewa Bayan pada dirinya.

 

Review The Medium (2021)

Kondisi Mink semakin parah. Ia bercerita pada kameramen bahwa ia bertemu dengan sosok pria besar yang memiliki berbagai mantra pada tubuhnya. Pria itu membisikan sesuatu pada Mink, namun ia tak bisa mendengar secara jelas apa yang Pria itu katakan. Kondisi fisik Mink juga semakin lemah, perutnya nyeri hebat dan vaginanya selalu mengeluarkan darah. Ia pun dipecat dari kantornya, namun bukan karena alasan sakitnya. Namun, ketika Mink dirasuki arwah pelacur, ia menggunakan kantor sebagai tempat berhubungan setiap malam.Tak jarang teman-teman kantornya menemukannya dalam keadaan penuh darah di pagi hari.

 

Review The Medium (2021)

Mink semakin tidak tahan dan tak terkontrol. Setiap malam ia akan dirasukan berbagai macam arwah jahat. Mink kabur dan tidak ditemukan, Noy akhirnya meminta pertolongan pada adiknya. Nim segera mencari tahu kebenaran dibalik kejadian yang menimpa keponakannya. Banyak fakta yang ia temukan, mulai dari kisah dibalik kematian Mike yang ternyata bunuh diri. Dalam kepercayaannya, bunuh diri adalah dosa besar dan hina. Ada fakta mengejutkan lainnya, bahwa Mike dan Mink terlibat hubungan incest. Nim akhirnya melakukan ritual untuk mencari tahu dimana Mink berada.

 

Seminggu kemudian, Nim berhasil menemukan di Mink di sebuah gedung kosong di tengah hutan. Ia selamat, namun yang sebenarnya jiwa Mink telah tiada. Tubuh Mink dirasuki ratusan arwah secara bergantian. Nim mencari tahu kebenaran dibalik ini. Ternyata Mink adalah penembusan dosa dari ayah dan ibunya. Leluhur ayahnya pernah membantai banyak orang dan ibunya menolak kehadiran dewa. Nim mengajak mereka ke tempat pemusnahan arwah jahat. Mereka bersiap dan berencana membuat ritual besar untuk Noy & Mink. Sayangnya, plot twist terjadi. Nim yang dikira akan menjadi kunci dari semua kejadian buruk ini justru meninggal di dalam sebelum ritual.

 

Review The Medium (2021)

Sementara Mink semakin ganas, kekuatan arwah jahat juga semakin kuat. (Spoiler!!) Semua kaluarga dan orang berurusan dengan ritual ini meninggal, tak terkecuali semua kameramen. Tersisa Mink yang semakin liar.

 

Review The Medium (2021)

 

Review The Medium (2021)

Bagaimanapun, saya terkesima dengan film ini. Durasi 2 jam 10 menit sama sekali tak membosankan, karena plot dibuat padat dan rinci. Ide cerita yang diangkat juga cukup kreatif. Banyak plot twist yang dihadirkan dalam The Medium (2021). Saya ngga kepikiran bahwa film ini akan berakhir seperti Debba, dimana yang kejam menjadi pemenangnya. Saya pikir Nim akan menjadi pemain kunci yang menyelamatkan keluarga, nyata ia hanya manusia biasa yang masih ragu atas keyakinannya. Dewa Bayan yang awalnya diagung-agungkan juga tak memperlihatkan kekuatannya. Namun, apa yang terjadi terhadap Mink masih menjadi tanda tanya. Sehingga saya berpikir, apakah akan ada The Medium 2?

 

Kelebihan yang tidak boleh terlewatkan dari The Medium (2021) adalah sinematografinya. Meskipun pengambilan gambarnya ala dokumenter, namun kualitasnya benar-benar diluar ekspektasi. Pergerakannya tidak mengganggu dan justru menambah intensitas rasa seram, seakan kita ada di situasi tersebut.

Review The Medium (2021)

Perihal akting, GILAK YANG JADI MINK TOTALITAS BANGET!! Narilya Gulmongkolpech berhasil menunjukan taringnya. Saya merasa dia benar-benar sedang kerasukan, kehadirannya benar-benar terasa seperti ancaman besar. Perubahan fisik menjadi sangat kurus juga butuh diacungi jempol, entah itu hasil diet atau CG tapi benar-benar bikin bergidik.

 

The Medium (2021) menjadi salah satu film horor terbaik tahun in. Plotnya simpel dan jumpscare yang minim, namun bikin merinding dan takut gelap hahaha. Kalian harus nonton ini!

 

,

 


Sejak pertama kali dirilis di Sundance Film Festival, para penikmat film Amerika tidak dapat berhenti membicarakan tentang Minari yang disutradarai Lee Isaac Chung. Film Minari didistribusikan oleh A24, memenangkan Audience Award dan Grand Jury Prize di Sundance Film Festival 2020, dan para pemain mendapat pujian luar biasa dari penonton dan kritikus. Dari sini, Minari menjadi salah satu film paling menonjol di tahun 2020.

Kisah Minari menceritakan tentang sebuah keluarga Korea yang harus beradaptasi dengan kondisi kehidupan baru mereka setelah pindah ke Arkansas.  Setiap anggota keluarga memiliki karakter yang berbeda, menciptakan adegan dramatis di sepanjang film. Kepala keluarga, Jacob yang diperankan oleh Steven Yeun memiliki keinginan kuat mewujudkan 'American Dream'nya dengan segala cara.  Sang ibu, Monica yang diperankan oleh Yeri Han tidak memiliki ambisi yang sama dengan suaminya, ingin menjalani kehidupan yang sederhana dan normal.  Anne, si sulung adalah anak yang bisa diandalkan dan dapat hidup mandiri. Terakhir, David, bungsu berusia 7 tahun yang menderita sakit jantung sedang sedang kebingungan mencari jati diri.


Keluarga kecil ini masuk dalam kategori sederhana namun terkadang kekurangan. Jacob dan Monica bekerja di peternakan ayam sebagai pemfilter kelamin ayam. Monica kesulitan membagi waktu, pun Jacob juga memiliki pekerjaan lain. Jacob baru saja membeli tanah dan menanaminya dengan sayur Korea untuk dijual nantinya. Monica akhirnya mengajak ibunya untuk tinggal bersama mereka. Kemudian, ibu Monica datang untuk bergabung dengan keluarga tersebut, membawa budaya Korea miliknya sendiri yang sangat bertabrakan dengan Jacob dan putra Monica, David. David belum pernah ke Korea dan bingung dengan tingkah laku Neneknya, Soon-ja.  Fakta bahwa baik David maupun Soonja lahir dan mengalami dua budaya dari dua negara berbeda adalah kekuatan pendorong utama hubungan mereka.

Kembali ke Jacob, dia ingin memiliki ladang di mana dia bisa menanam sayuran Korea dan memanfaatkan pasar itu di Amerika. Dia bahkan mendapat bantuan dari karakter Will Patton, Paul, yang memberikan nasihat kepada Jacob dan bahkan menjadi tamu pertama yang ditampung oleh keluarga Yi. Awalnya tampak baik-baik saja bagi Jacob, namun sedikit demi sedikit konflik dan tantangan baru menghadang Jacob dan keluarganya.


Pertama kali keluarga Yi pergi ke gereja adalah ketika terlihat jelas betapa berbedanya mereka dari semua keluarga lainnya. Pendeta meminta semua orang yang baru untuk berdiri dan hanya keluarga Yi yang berdiri.  Selama adegan ini, David bertemu dengan seorang anak laki-laki Amerika yang sebaya dengannya, Johnnie.  Johnnie terpesona kepada David.  Mereka membentuk semacam persahabatan, hingga suatu saat David berkesempatan menginap di rumah Johnnie. Dari kejadian itu, David menyadari bahwa ia dan keluarga Johnnie berbeda.  Ayah Johnnie sering kali membiarkan anaknya hidup sendiri, meminta Johnnie untuk tidak memberi tahu ibunya tentang hal ini. Ayah sahabatnya memberitahunya tentang pemilik rumah sebelumnya dari keluarga Yi dan bagaimana dia bunuh diri karena tanah tidak memberikan keberhasilan.

Sementara semuanya berjalan baik untuk Jacob, namun masalah ladang dan hasil perkebunannya membuat ia semakin terlihat kalut. Monica segera menyadarinya dan melihat langsung bagaimana gagasan "American Dream" ini telah merusak prioritas Jacob, menciptakan obsesi baru yang membuatnya lupa terhadap keluarganya. Monica dan Jacob sepakat untuk berpisah, karena Monica sudah tidak tahan hidup di atas mimpi Jacob. Monica lebih menginginkan hidup normal dan bahagia.

Bagaimana endingnya? Silakan nonton sendiri hahaha.

Review Minari


Dari segi pembuatan film, Minari unggul di hampir setiap aspek. Akting Steven Yeun benar-benar luar biasa. Seluruh pemain melakukan pekerjaan yang hebat dalam menyampaikan dialog dan emosi. Colorist yang divisualkan cukup sederhana namun cemerlang, tiap palet warna terlihat hangat dan memberi kesan dalam. Ditambah dengan skoring yang bagus, menciptakan suasana yang indah dan penuh emosi. Ada satu adegan yang membuatku terkesima, ketika Jacob dan Monica bertengkar hebat di awal film. Emosi dan chemistry mereka benar-benar bagus!

Minari sendiri adalah kisah nyata dari si sutradaranya, Lee Isaac Chung. Jika digambarkan pada Minari, David adalah penggambaran dari sosoknya. Sejak Issac Chung memutuskan akan masuk ke dunia perfilman, ia berjanji akan membuat film tentang kehidupannya di masa kecil. Fakta lainnya, topi merah yang selalu dikenakan Steven Yeun di film ini adalah pemberian ibunya ketika ia beranjak usia 17 tahun.


Secara keseluruhan, Minari adalah film luar biasa. Minari bukan hanya film hebat lainnya yang menggambarkan budaya Korea seperti "Parasite" - ini adalah cerita tentang keluarga imigran yang berkorban untuk mencapai impian Amerika. Lee Isaac Chung mendekonstruksi impian, ambisi, dan keluarga Amerika dengan cara yang membumi dan alami.  Minari dikabarkan masuk nominasi Golden Globe kategiri Foreign Film, keputusan juri Golden Globe ini sempat mendapat kritik tajam dari berbagai pegiat film Amerika. Karena film ini asli produksi Amerika, dari segi jajaran pemain pun hanya 2 orang yang memiliki kewarganegaraan Korean Selatan, sisanya adalah warga asli Amerika. Coba baca di sini.

Kabar lainnya, film ini akan rilis global pada bulan Februari depan. Mari kita kita animo masyarakat seperti apa.

 

Ps. Aku kena hangover Steven Yeun lagi ahaha. Tampannya sangat manusiawi xD

,
Review Space Sweepers Netflix

Film Space Sweepers merupakan film Korea Selatan terbaru yang rilis pada layanan streaming Netflix. Space Sweepers yang sempat ditunda berkali-kali penayangannya ini akhirnya rilis juga pada tanggal 5 Februari 2021. Sejak diberitakan, Space Sweepers sudah banyak yang menanti. Karena dibintangi oleh aktor populer hingga aktor Chungmuro (Hollywood-nya Korea Selatan). Space Sweepers dibintangi oleh Song Joong-ki, Kim Tae-ri, Jin Sun-kyu dan Yoo Hae-jin.


Awal kisah bernarasi tentang bumi pada tahun 2092, ketika Bumi semakin hancur dan manusia di Bumi kesulitan bernapas. Lingkungan Bumi telah rusak dan manusia yang ‘mampu’ meciptakan dunia baru di luar angkasa. UTS, lembaga yang menciptakan dunia baru ini ternyata memiliki rahasia. Di luar angkasa pun banyak sampah bertebaran. Dari sini, mereka membuat sebuah divisi khusus untuk mengumpulkan sampah. Hanya golongan rendahlah yang melakukan hal ini. Karena mereka butuh biaya untuk bertahan hidup di luar angkasa.


Mereka adalah Space Sweepers yang bernama Victory. Kelompok ii beranggotakan Tae-ho (Song Joong-ki), Captain Jang (Kim Tae-ri), sebuah robot bernama Bubs (Yoo Hae-jin) dan Tiger Park (Jin Sun-kyu). Saat mereka bertugas untuk membersihkan sampah, tak sengaja mereka menemukan seorang anak perempuan yang ternyata sebuah robot, bernama Dorothy, atau Kang Kot-nim (Park Ye-rin). Konflik mucul ketika Kot-nim dianggap sebagai senjata pemusah massal. Situasi ini ternyata membawa Victory kepada rentetan konflik dan hidup baru.

Review Space Sweepers Netflix

Dexter Studio dibalik Space Sweepers

Banyak sekali adegan CGI dan special effect dalam film Space Sweepers. Kerenya kualitasnya ngga ecek-ecek. Visual bumi rusak, planet buatan dan pesawat-pesawat luar angkasa serta adegan perang di luar angkasa benar-benar membuat mata terpana. Tak diragukan lag, Space Sweepers memang memiliki anggaran yang luar biasa. Ia menyalip Sweet Home yang sebelumnya mejadi produksi Korea Selatan Netflix termahal. Dan juga menjadi film yang diinvestori perusahaan China dengan nilai terbesar.


Ada beberapa hal membuatku kurang sreg. Visual manusianya yang tak terlalu indah, karena aku merasa ada berbedaan mendasar kualitas ketika ada di UTS dan di dalam Victory. Jo Sung-hee membuat tokoh-tokoh Victory terlihat normal selayaknya manusia, namun ia menambahkan efek VR pada kulit manusia non-Korea. Sebelumnya, Jo Sung-hee juga melakukan eksprerimen ini pada film sebelumnya, Phantom Detective. Untuk audionya, aku meyakini bahwa mereka menggunaka teknis dubbing.l

Review Space Sweepers Netflix

Produksi Korea, Namun Rasa Internasional

Aku agak terkejut dengan hal ini. Karena sebelumnya sama sekali tak ada berita bahwa film ini akan dibintangi banyak sekali aktor non-Korea. Untuk pembuka film, kita akan mendengar narasi dengan bahasa inggris. Setelah itu kamu akan mendengar bahasa inggris denga berbagai aksen dari seluruh dunia. Aku rasa hal ini dapat menurunkan ekspektasi penonton yang menantikan film ini karena aktor-aktor Korea-nya.


Untuk alur cerita aku ngerasa ngga terlalu spesial. Jujur saja, ada beberapa part yang membosankan, tapi hanya sebentar dan tak mengurangi keseruan film ini. Banyak twist yang dihadirkan, namun karena banyak sekali konflik yang bercampur, butuh agak lama memahaminya, meskipun akhirnya selesai juga di akhir. Aku berharap Villainnya diceritakan lebih detail agar tahu lebih dalam karakternya.

Review Space Sweepers Netflix

Anak Perempuan Kecil dan Jo Sung-hee

Kalau kamu mengikuti film buatan Jo Sung-hee, kamu akan menyadari bahwa dalam film produksinya selalu ada tokoh anak perempuan kecil. Di Werewolf Boy ada Soon-ja (Kim Hyang-gi), di Phantom Detective ada Dong-yi (Roh Jeong-eui) & Mal-soon (Kim ha-na) dan di Space Sweepers ada Dorothy (Park Ye-bin) & Kim Soon-yi (Oh Ji-yul). Kisah mereka hampir mirip, sehingga membuatku penasaran dengan pola yang diambil Jo Sung-hee dalam menciptakan tokoh anak perempuan ini.


Untuk seluruhan, film ini cukup bagus dan bisa menjadi bahan tontonanmu di waktu luang. Kamu bisa menontonnya di layanan Netflix. Kamu akan menemukan kejutan lain dengan kemunculkan Kim Hyang-gi di akhir film. Selamat menonton!


Kim Hyang Gi Cameo Space Sweepers 2021