-->
,

 

Review More Than Family

More Than Family adalah film drama komedi keluarga yang disutradari oleh Choi Ha-na dan dibintangi Krystal Jung, Jang Hye-jin, dan Choi Deok-Moon. More Than Family tayang serentak di Korea Selatan pada bulan November dan akan tayang di layangan streaming iQiyi pada bulan ini.

Seorang mahasiswi bernama To-il (Krystal) berkerja sebagai tutor privat siswa SMA di Seoul dan mereka saling jatuh cinta. Suatu insiden kecil terjadi sehingga membuatnya To-il hamil dengan muridnya sendiri, Ho-hun (Shin Jae-hwi). Lima bulan kemudian, mereka berdua baru memberitahu orang tua mereka masing-masing. Orang tua To-il geram dengan putrinya, sementara orang tua Ho-hun justru sebaliknya merasa bahagia. Dari percakapan dengan orang tua Ho-hun yang membahas tentang seorang ayah mengantarkan putrinya menikah, membuat To-il ingin mencari tahu identitas ayah kandungnya di kota tempat ia dibesarkan.

Review More Than Family

Perjalanan To-il membuka satu per satu kenangan masa kecilnya. Hingga akhirnya membuat bati dan pikiran To-il bergejolak. More Than Family mengambil fokus pada konflik batin Toi-il dan hubungannya dengan ayah-ibu kandungnya, serta ayah tirinya. Ketidakharmonisan orang tuanya rupanya berbuah trauma pada sang putri yang memiliki ketakutan akan kebahagiaannya di masa depan. Konflik yang demikian kompleks ini  mampu disajikan dengan ringan, dibalut sisi komedi yang sangat menghibur. Adu mulut dan ceplosan konyol di antara para karakternya amat dominan sepanjang film.

Teknik one take dan long shot menjadi kekuatan tersendiri di sepanjang adegan pada film ini. Tak banyak aktor yang siap mendapat adegan seperti ini. Kasting dan akting adalah kunci dari segalanya, dan seperti kebanyakan film Korea, para pembuat film seperti tidak pernah meleset mengkasting para pemain untuk peran tertentu. Akting Krystal cukup berhasil, applause untuk gestur dan bahasa tubuhnya selama berpesan sebagai wanita yang sedang hamil. Ada kabar juga bahwa wardrope To-il sepenuhnya baju pribadi sehari-hari milik Krystal sendiri.

Review Korean Movie : More Than Family (2020)


“Kita jalani dulu, jika pada akhirnya harus bercerai, tak apa”

More Than Family menampilkan kisah menghibur bertema hamil di luar nikah dengan problematika keluarga yang sering kita temui. Dialog kunci berada di penghujung film antara To-il dengan sang ibu yang sempat menimbulkan pro dan kontra. Jika berpatok pada hukum dan tradisi tentu pernyataan ini jauh dari ideal yang melemahkan nilai sebuah pernikahan. Namun, jika berpatok pada realita, To-il juga tidak salah. Kebahagiaan keluarga bisa dicapai melalui situasi dan cara yang tidak ideal. Perjalanan mencari keluarga dan calon suaminya membuat To-il menemukan cara pandang baru pada dirinya.

,


 “Why am I the only person born different from my family?” 

Kenapa hanya aku seorang yang lahir berbeda di keluargaku?

Bori (2020) merupakan film indie asal Korea Selatan yang baru beredar luas di bioskop pada bulan Mei 2020 yang sebenarnya sudah tour de festival sejak 2018. Kim Jin-yu merupakan orang dibalik film bergenre drama dan slice of life ini. Ia didapuk sebagai penulis sekaligus sutradara. Jika kamu nyari profil film ini di Asianwiki atau Wikipedia, aku jamin ngga akan ketemu, karena film ini berisi orang-orang underground. Satu-satunya yang memiliki akun profil Asianwiki hanya pemeran si ayah, Kwak Jin-seok.

Film ini berkisah tentang anak perempuan berusia 11 tahun bernama Na Bo-ri, yang merupakan satu-satunya anggota keluarga yang dapat mendengar. Awalnya semuanya berjalan normal-normal saja, hingga Bo-ri tiba-tiba merasa tersisih dari lingkaran orang tua dan adik laki lakinya karena dia merasa sulit untuk bergabung dalam percakapan bahasa isyarat di rumah. Ini membuatnya tak memiliki nafsu makan setiap waktu makan keluarga. Suatu hari, dia tersesat di festival kembang api yang ramai. Bo-ri bingung harus bagaimana karena keluarganya tak akan sadar jika ia membuat pengetahuan di bagian informasi. Satu-satunya yang bisa ia lakukan hanya menangis di kantor polisi terdekat. Karena kejadian ini, ia ingin menjadi tuli agar tidak lepas dari genggaman keluarganya.


Selanjutnya, Bo-ri berusaha keras agar bisa tuli. Ia berdoa di kuil hingga menceburkan diri ke laut. Hingga ia benar-benar tuli untuk sementara. Namun, ia sadar bahwa ia tak bisa terus-terusan berpura-pura. Bahwa mereka saling mengisi dan membutuhkan. Bo-ri yang mengganggap orang tuanya tak menyayanginya, ternyata hanya pikiran buruk yang lewat dalam dirinya.

Film Korea memang selalu berhasil membawakan kisah drama baik di film maupun dramanya. Bo-ri berhasil membuat aku menangis. Kim Jin-yu selaku sutradara menyajikan kisah masa kecil yang sensitif dan intim tentang seorang gadis yang ingin menjadi tuli seperti keluarganya yang tersayang.


Kekuatan utama film Bo.ri berada pada hubungan erat keluarga dan kehangat suasana lingkurang Bo-ri tinggal. Ada beberapa adegan indah di mana Bo-ri dan ayahnya mengobrol bersama dalam bahasa isyarat saat dia memancing di laut. Aku merasa adanya keterikatan kuat antara putri pertama dan ayahnya di sini. Ketika ibu Bo-ri mengunjungi ayahnya juga cukup membuat sedih, karena ayahnya selama ini tak bisa berkomunikasi dengan anaknya sendiri. Hal yang cukup ironis adalah Bo-ri yang terasa diasingkan ketika ingin menjadi tuli, namun ia merasa senang karena dia berharap semakin dekat dengan keluarganya.

Akting Kim Ah-song cukup baik sebagai Bo-ri, aku merasa ia harus melesat lebih setelah ini. Ia berhasil memerankan seorang anak yang lahir normal dan merasa dirinya tidak dekat dengan keluarganya yang menyandang disabilitas. Walaupun sempat ingin menjadi tuli, untungnya Bo-ri bersyukur dengan anugrah atas tubuhnya dan menjadikan hal tersebut untuk membantu keluarganya. Aku merasa ngga ada cacat dalam kemampuan akting semua bintangnya (Lee Rin-ha sebagai Jeong-woo, Kwak Jin-seok sebagai ayah dan Hur Jina sebagai ibu), chemistry yang dibangun juga lebih dari ekspektasiku.


Sinematografi film ini indah banget! Setting kota kecil di tepi pantai, dan khususnya, rumah keluarga Bo ri yang sederhana namun aesthetic, mirip-mirip dengan Little Forest. Hampir tidak ada musik di sini, kita hanya ditemani suara angin sepoi sepoi dan suara jangkrik di siang hari. Bo-ri adalah film yang sebenarnya punya konflik yang terlihat rumit dan berat namun dibawakan secara simpel dan hangat oleh Kim Jin yu. 

Hangat dan mendekatkan, dua kata yang cukup untuk menggambarkan Bo-ri. Durasi 1 jam 50 menit sama sekali ngga terasa lama karena kita akan dimanjakan penuh dengan visual dan kedekatan keluarga Na. Selamat menonton!

Baca juga: Review Drama Korea Kairos 

,

 

Kairos (카이로스) adalah drama Korea yang diproduksi oleh stasiun TV MBC disutradari oleh Park Seung Woo dan naskahnya ditulis oleh Lee Soo Hyun. Dibintangi oleh Shin Sung Rok, Lee Se Young, Nam Gyu Ri, Ahn BoHyun, Kang Seung Yoon, dan lainnya. Drama yang bergenre time travel dan fantasi ini tayang pada hari Senin-Selasa tanggal sejak 26 Oktober – 22 Desember 2020.

Kairos menceritakan tentang penculikan anak dari Kim Seo Jin (Shin Sung Rok), seorang direktur muda di perusahaan konstruksi Yujung dengan Kang Hyun Chae (Nam Gyu Ri), seorang pemain biola. Saat berjuang untuk menemukan anaknya, tak sengaja Kim Seo Jin berkenalan lewat telepon dengan Han Ae Ri, seorang gadis biasa dari lini masa sebulan yang lalu. Sama –sama memiliki kejadian yang buruk terkait anggota keluarga, karena ibu Han Ae Ri yang juga menghilang, mereka bekerjasama untuk menemukan keduanya hingga berujung pada masalah baru yang tidak terduga.

REVIEW DRAMA KAIROS (2020)


Drama ini mungkin mirip dengan drama Signal (2016) dari segi genre fantasi dan para tokoh utama yang terhubung dari lini waktu yang berbeda. Namun, karena aku belum menonton Signal dan poin utama kasus yang disajikan berbeda, jadi aku tidak dapat melakukan perbandingan antar kedua drama tersebut. Sebenarnya drama ini sudah cukup bagus, namun harus kalah rating dengan Penthouse serta kalah tenar dibandingkan dengan berita Han Ji Pyeong-nya Start Up dikalangan fans drama internasional. Padahal premis yang ditawarkan cukup menarik bagi aku. Tapi memang penonton Korea lebih tertarik pada tema perselingkuhan yang memang sedang naik daun akhir-akhir ini.

.Sebenarnya, aku jarang sekali menonton drama dari channel MBC.  Namun, alasan aku menonton drama ini yaitu adanya Lee Se Young yang beberapa dramanya aku tonton seperti Puberty Medley, The Best Hit dan The Crowned Clown. Akting Shin Sung Rok sudah tidak perlu diragukan lagi, serta adanya si scene-stealer Kang Seung Yoon yang terkadang membuat lupa sejenak kalau ia adalah idol karena aktingnya yang apik. Mungkin drama ini mengandung beberapa hal yang sama dengan drama-drama Korea sebelumnya, terkait kekuasaan, perselingkuhan, serta strata sosial. Namun, yang membuat seru untuk terus menonton adalah alurnya yang susah ditebak dan adanya plot twist di setiap episodenya, sehingga penonton akan penasaran apa yan terjadi selanjutnya.

Karakter yang paling aku sukai disini adalah Im Geun Wook (Kang Seung Yoon) yang cukup berpengaruh dalam pemecahan kasus serta sanggat setia kawan untuk membantu Ae Ri mengatasi masalah yang dihadapi. Menurut aku karakter yang diperankan Nam Gyu Ri dan Ahn Bo Hyun kurang kuat eksistensinya namun cukup untuk membumbui cerita dalam drama ini. Dan seperti drama bertema kekuasaan lain, macam The Lies Within dan Remember, peran antagonis jatuh pada pimpinan suatu perusahaan yang merambisi memperluas usahanya tanpa memperhatikan masyarakat biasa serta terbantu dengan adanya koneksi dengan tokoh berkuasa lainnya. Bedanya, tokoh polisi disini dangat berpengaruh dan dapat diandalkan untuk setiap permasalahan yang muncul.

Kairos memang menyajikan alur yang agak membingungkan, saat aku nonton episode terakhir drama ini, sempat terbesit, “bagaimana bisa awal dari episode yang menceritakan tentang penculikan anak berujung menjadi kasus penyelewengan kekuasaan seorang pimpinan perusahaan?”. Namun, karena dikemas dengan bagus setiap episodenya, sehingga adanya keterkaitan antar cerita satu sama lain dan penonton bisa menyingkirkan kebingungan sejenak.

Overall, drama ini layak dan seru ditonton in spite of ratingnya yang hanya 2 – 3%, namun kualitas yang disajikan tidak sebanding dengan angka yang tertera. Harapan aku, semoga Kairos masuk nominasi drama terbaik Baeksang Arts Award 2021, hehe.

Baca juga: Apakah Seo Hyun-jin Membintangi Drama Baru SBS?

,

 

Drama Sweet Home merupakan drama Korea yang tayang di layanan streaming Netflix dan tayang 18 Desember 2020. Drama Sweet Home sendiri bercerita tentang kondisi dunia saat manusia berubah menjadi monster mengerikan karena depresi dan keinginan mereka yang terpendam.

Cerita Sweet Home diawali dengan kisah seorang remaja bernama Cha Hyun-su (Song Kang) yang pindah ke apartemen kumuh bernama Green Home. Ia memiliki karakter pendiam dan antisosial akibat kematian keluarganya dan kejadian masa lalu. Cha Hyun-su melalui hari-hari dengan mengurung diri di dalam apartemennya. Namun, suatu hari ia mengalami kejadian aneh, satu per satu manusia di sana berubah menjadi monster.


Gelaja pertama yang dirasakan mereka yang berubah menjadi monster adalah Mimisan. Para penghuni yang selamat berusaha untuk melindungi diri dan bertahan hidup di tengah wabah mengerikan ini. Penghuni lain di dalam gedung, termasuk petugas pemadam kebakaran tangguh Yi-kyung (Lee Si-young), Sang-wook (Lee Jin-uk) yang misterius, pemain bass keren Ji-su (Park Gyu-young), Pria agamis ahli pedang Jung Jae-hoon (Kim Nam-hee), mahasiswa kedokteran Eun-hyuk (Lee Do-hyun) dan saudara perempuannya Eun-yu (Go Min-si), semuanya dipaksa untuk menghadapi kenyataan yang sama.

Di lantai bawah, para tetangga menutup semua pintu masuk. Sementara itu, Hyun-su yang awalnya berencana bunuh diri mengalami gejala monsterisasi di lantai atas. Ia mimisan untuk pertama kalinya. Namun, ia mencoba melawan jiwa jahatnya semaksimal mungkin. Usahanya ini membuatnya menjadi tameng utama para penghuni untuk melawan monster dan membantu mereka untuk tetap memenuhi kebutuhannya.

"Aku hanya ingin hidup" - Cha Hyun-su

Mental Cha Hyun-su di sini diuji dan tantangan para penghuni tiap harinya bertambah. Satu per satu korban berjatuhan dan pasokan kebutuhan mereka menipis. Eun-hyuk, pemimpin mereka mencoba mencari jalan keluar dengan meminta bantuan kepada Yi-kyung. Yi-kyung pun mendapati fakta baru bahwa tunanganya menjadi tahanan negara untuk dijadikan bahan eksperimen. Yi-kyung yang awalnya ditangkap tentara, berhasi keluar dengan sebuah perjanjian, yaitu menyerahkan Cha Hyun-su untuk dijadikan bahan eksperimen.

Lalu, bagaimana selajutnya? Tonton aja ya. Ntar aku jadi spoiler kalo lanjut cerita haha. Jangan lupa nontonnya di Netflix ya!

Review Sweet Home


Manusia mengalami perubahan dimana otak merespon atas derita dan keinginan manusia tersebut. Fase perubahan ini mengharuskan mereka untuk berubah menjadi monster, wujud mereka tergantung dasar keinginan yang sangat besar. Mereka belum boleh mati pada tahap monsterisasi agar bisa masuk ke tahap selanjutnya untuk menjadi manusia tanpa emosi, ingatan dan keinginan. Konsep ini mirip denga n kehidupan kita, orang-orang yang ditempa penderitaan akan gampang merasa drop secara fisik dan metal. Mereka melakukan apa saja untuk bertahan dan masih berharap keinginannya tercapai. Tapi, sering kali setelah keinginannya terwujud, hidup malah terasa datar.

Banyak pelajaran mengenai rasa kemanusiaan dalam drama Korea Sweet Home. Tiap karakter merefleksikan beragam manusia di muka Bumi ini, bagaimana sisi terjahat manusia dalam menghadapi situasi bertahan hidup. Banyak adegan yang membuat kita menitikan air mata.

Banyak hal yang menarik dari drama ini. Lee Eung-bok pernah memaparkan bahwa pegembagan karakter di drama ii sungguh merata, baik pemeran utama maupun pemeran pendukung. Dan, aku sepakat. Penulis tidak hanya mengutamakan kisah Cha Hyun-su, Eun-hyuk & Sang-won, tapi penghuni lainnya menarik diperhatikan dan memberikan kesan lebih bagiku.

Sweet Home memiliki sinematografi dan kualitas visual yang sangat baik. Hal tersebut disertai efek khusus yang membuat penonton seolah-olah berada dalam dunia gim pada beberapa episode. Sayangnya, kualitas efek CG monster tidak benar-benar merata. Ada beberapa yang hanya diberi efek seadanya.


Apresiasi tertinggi untuk tim produksi yang total dalam menghidupkan para monster, karakter, hingga set dari Green Home. Kolaborasi Studio Dragon, Lee Eung-bok, dan Digital Idea adalah perpadukan yang sempurna. Ditambah cast director yang berhasil melebih-lebihkan dalam pemilihan aktor. Memang tidak terlalu bertabur bintang, namun semua sesuai porsinya, sehingga tiap peran mendapat sinar sorot yang adil.

Selain para pemain, monster-monster yang muncul juga seolah mengingatkan kembali bahwa hasrat setiap orang berbeda-beda. Ada yang hasratnya berbahaya bagi orang lain, ada juga yang menenangka manusia.

Baca juga: 5 Drama Korea Terfavorit 2020

Sweet Home Season 2, Yeay or Nay?

Jika dilihat dari spoiler wawancara pemain dan sutradara, sepertinya memang akan ada season selanjutnya. Toh, cerita drama yang sedikit berbeda dengan webtoonnya juga mengindikasikan bahwa dramanya akan dilanjutkan. Tokoh Yi-kyunglah yang menjadi spoiler utama. Aku penasaran, Eun-hyuk yang telah meninggal apakah akan kembali ada di season selanjutnya? Karena bagaimana pun Eun-hyuk meninggalkan kesan mendalam bagiku (diluar pemerannya Lee Do-hyun hahaha).

"Namun, misimu belum selesai"

Overall, drama ini sangat cocok untuk menemani malam harimu hahaha. Menengangkan, Mengharukan dan Deep. 3 kata yang menggambarkan Sweet Home. Terima Sweet Home sudah mengacak-acak list drama korea 2020 terbaikku. Bagaimana menurutmu?


,

 

Di tahun 2020, drama Korea masih menjadi salah satu tayangan yang paling ditunggu oleh para penggemarnya. Inilah beberapa rekomendasi drama korea terbaru dan paling seru.

Setiap tahunnya, drama Korea dengan berbagai genre selalu menjadi salah satu tayangan yang dinanti-nantikan. Di tahun 2020 ini, drama Korea dengan berbagai genre kembali meramaikan dunia hiburan. Para penggemar drakor tentu sangat antusias untuk menontonnya.

Jalan cerita yang dikemas dengan apik selalu menjadi salah satu alasan mengapa drakor selalu ditunggu-tunggu kehadirannya. Pemeran yang memiliki paras rupawan tidak jarang menjadi sebuah nilai tambah tersendiri.

Bila saat ini kamu sedang mencari rekomendasi drakor terbaik yang cocok untuk menemani hari-harimu, kamu tidak perlu bingung. Berikut ini adalah 5 drama Korea terfavorit (menurut pengamatan saya di Instagram) 2020 yang sangat cocok untuk dipilih.

  1. The World of The Married

drama korea terfavorit 2020

Drama Korea The World of the Married berhasil menjadi salah satu drama paling fenomenal di tahun 2020. Drama ini menceritakan tentang permasalahan rumah tangga dan intrik perselingkuhan dalam sebuah rumah tangga.

Diperankan secara apik oleh Kim Hee Ae, Park Hae Joon, dan Han So Hee, drama ini berhasil menyedot perhatian para penonton setianya. Berbagai penghargaan juga berhasil disabet oleh The World of the Married.
  1. Crash Landing on You


Crash Landing on You
menceritakan tentang seorang wanita kaya yang tidak sengaja terjebak di Korea Utara karena sebuah kecelakaan. Kejadian tersebut ternyata menuntunnya kepada jalan takdir yang berhasil membuat para penonton baper.

Diperankan oleh Hyun Bin, Son Ye Jin, dan Seo Ju Hye, drama ini berhasil menjadi salah satu drama terfavorit di tahun 2020. Crash Landing on You wajib menjadi salah satu drama Korea yang Anda nikmati di tahun ini.
  1. Hospital Playlist


Bagi kamu yang merupakan penggemar drama Korea dengan tema medis atau kedokteran, Hospital Playlist tentu merupakan angin segar buat kamu. Dikemas dengan rapi dan jalan cerita yang menari, drama Korea yang satu ini berhasil menjadi salah satu drama terfavorit di tahun ini.

Bahkan, telah dikonfirmasi bahwa Hospital Playlist akan dibuat lanjutan ceritanya di tahun 2021 mendatang. Jadi tidak sabar menantikan kelanjutannya, bukan?
  1. Itaewon Class


Itaewon Class
juga berhasil menjadi salah satu drama Korea yang paling mendapatkan tempat spesial di hati para penonton. Drama ini menceritakan tentang perjuangan seorang anak untuk meraih mimpi sekaligus membalaskan dendam atas kematian ayahnya.

Storyline dari drama Itaewon Class bahkan sempat menjadi ikon dimana-mana. Mulai dari nama kafe yang digunakan dalam drama ini hingga berbagai simbol dalam cerita Itaewon Class kemudian populer dimana-mana.
  1. It’s Okay to Not Be Okay


Bagi kamu yang ingin menonton drama Korea dengan jalan cerita yang unik, It’s Okay to Not Be Okay wajib menjadi salah satu pilihan untuk kamu. Drama ini mengangkat cerita mengenai permasalahan mental dan kejiwaan yang bisa dialami oleh banyak orang.

Bahkan, tanpa disadari kamu juga bisa belajar mengenai berbagai permasalahan mental sambil menonton drama ini. Bukan tanpa alasan bila It’s Okay to NotBe Okay menjadi drakor terpopuler di tahun 2020 ini.

Beberapa rekomendasi tersebut bisa menjadi referensi untuk kamu yang ingin menonton drama Korea terbaru. Menurutmu, mana drama Korea dengan cerita paling unik menurut versimu?