-->
Showing posts with label tvN. Show all posts
Showing posts with label tvN. Show all posts
,

Review Drama Korea Adamas

Drama Korea 'Adamas' merupakan drama baru tvN yang tayang setiap hari Rabu-Kamis menggantikan Eve. Adamas dibintangi oleh Jisung (Devil judge, Defendant, Kill Me Heal Me), Seo Ji-hye (Crashing Landing You, Kiss Sixth Sense), Lee Soo-kyung (Law School) dan Heo Seong-tae (Squid Game, Beyond Evil). Drama ini merupakan drama kedua dari sutradara Park Seung-woo yang sebelumnya menyita perhartian di karya debutnya yaitu Kairos. Sedangkan Adamas sendiri adalah drama debut dari penulis Choi Tae-kang.


Mari kita bedah dari sisi tim produksi. Drama Adamas diproduksi MAYS Entertainment bersama dengan Studio Dragon. Karya MAYS Entertainment sebelum ini ada Missing:The Other Side, Shooting Star, dan Welcome to Wedding Hell. Untuk Studio Dragon, kamu pasti sudah tidak asing dengar karya-karyanya. Penganggungjawab VFX dipegang oleh Eden Imageworks (Again My Life, Hometown Cha Cha Cha, Voice 4) sedangkan EXnya dikerjakan oleh U5K Imageworks (Happiness, Yumi Cells, Extraordinary Attorney Woo). 

Review Drama Korea Adamas

Drama Adamas bercerita tentang sepasang saudara kembar Ha Woo-shin seorang penulis buku terkenal dan Song Soo-hyun seorang jaksa cerdas. Hidup dan karakter mereka cukup berbeda. Ha Woo-shin digambarkan sebagai adik yang kalem dan memilih tinggal di apartemen, sedangkan Song Soo-hyun lebih suka tinggal di rumah mewah dengan karakter yang riang. Diam-diam mereka memiliki misi yang sama yaitu memecahkan misteri kematian ayah mereka. 


Dalam setting waktu di drama Adamas, saat ini Korea Selatan sedang berhadapan dengan RUU hukuman mati yang sebelumnya telah dihapus. Awalnya isu ini adalah isu klise, namun setelah didalami lebih lanjut, ternyata banyak misteri didalamnya. Salah satunya berhubungan dengan kematian Ayah si kembar. Ha Woo-shinlah yang tahu lebih dulu tentang kecurigaan ini, ia pamit kepada kakaknya bahwa ia akan menghilang selama satu bulan. Soo-hyun tidak bertanya apa yang sedang terjadi dan langsung menyetujuinya. 


Baca juga : Review Film Jepang 


Ketika Woo-shin mendekati si musuh, yaitu perusahaan besar bernama Haesong. Ia menyamar untuk menjadi penulis bayangan dari pimpinan Haesong, Pimpinan Kwon. Ia datang atas undangan internal mereka yang juga menjadi misteri siapa sosoknya. Woo-shin menyadari bahwa lingkungan Haesong penuh dengan tanda tanya. Ia berusaha menguak rahasia keluarga Kwon dan tentunya senjata yang dipakai untuk membunuh ayahnya, yaitu Adamas, sebuah panah bermatakan berlian. 

Review Drama Korea Adamas

Ketika Woo-shin sibuk menyamar, Soo-hyun didekati oleh seorang reporter muda Kim Seo-hee (Lee Soo-kyung) yang berusaha membongkar misteri dibalik kebijakan hukuman mati. Soo-hyun mendapati bahwa ada yang tidak beres dibalik kematian ayahnya. Ia mencoba menyelidiki saksi di masa lalu dan ia menemukan fakta bahwa kasus ini bukan kasus biasa. Nasibnya tak akan aman. 


Haesong Group sendiri memiliki banyak perusahaan dan ia juga yang menyeponsori pemilihan anggota dewan. Ia juga memiliki tim underground yang fokus membuat skenario dalam pemerintahan dan hukum, tim ini tak pandang bulu dalam menyelesaikan tugasnya, mereka bisa saja membunuh demi tujuan pimpinan tercapai. Anak kedua Haesong Group diisukan menjadi salah satu korban kejahatan keluarganya sendiri.

Lalu, apa peran Seo Ji-hye di sini? Penasaran? Tonton aja yuk!


Review Drama Adamas

Review Drama Korea Adamas

Akting Jisung menjadi berbagai karakter sudah tak perlu ditanyakan, amazing! Detail yang diberikan juga bikin aku 'Wow'. Jika dilihat, Woo-shin lebih kurus dibanding Soo-hyun dan suara Woo-shin lebih tipis dibanding Soo-hyun. Dari cara mereka berjalan pun berbeda. Hanya Jisung yang bisa memberi kualitas akting seperti ini.


First impressionku lainnya, drama ini memiliki visual yang mirip dengan drama Mine, mungkin karena setting tempatnya sama? Kalau di Mine kita dibuat ingat dengan air minum lelehan es kutup utara, nah kalau di sini masih belum ada branding dari keluarga kaya Haesong. Apakah sistem biometriknya?


Nama Adamas sendiri diambil dari dewa Adamas, dewa penaklukan Yunani dan pernah menjadi bagian dari 13 dewa Olympus, sekarang berkurang menjadi 12 sejak kematiannya. Adamas egois dan kejam. Dia menjadi marah setelah mengetahui bahwa adik bungsunya, Zeus, akan menjadi raja Olympus. Apakah yang membunuh anak bungsu Haesong adalah kakaknya?


Drama Adamas cocok buat kamu yang suka drama hukum dibalut kemewahan orang kaya dengan genre balas dendam. Kamu bisa menontonnya secara legak di Disney+ Hotstar! 


Baca juga : Review Juvenile Justice (2022)

,


Happiness adalah drama original TVING yang ditayangkan secara konvesional di tvN setiap hari Jum'at & Sabtu pukul 22.40 KST. Hapiness sendiri adalah hasil kolaborasi kedua dari sutradara Ahn Gil-ho dan Han Sang-woon, yang sebelumnya memproduksi Watcher (OCN). Han Sang-woon memiliki ciri khas pada karyanya, yaitu dialog yang menggunakan kalimat yang ngga biasa dan terkesan to the point. Kalau kamu menonton The Good Wife & Watcher pasti paham. 


Drama Happiness dibintangi oleh Park Hyung-sik yang baru saja keluar dari wajib militer dan Han Hyo-joo, yang baru bangun dari tidurnya hahaha. Ketika aku tahu mereka akan dibarengkan dalam 1 proyek. Jujur ngga ada bayangan ahaha. Ketika melihat still photo, aku tidak merasakan chemistry dari mereka. Dan benar, ternyata penonton dibuat gemes dari dialog-dialog singkat dan nylekit ala Han Sang Woon. Drama ini cukup menjanjikan. Hingga episode 2 ditayangkan, aku masih belum bisa nebak ini arahnya kemana. Aku baca teori di Naver Talk juga ngga nyampe otakku haha, masa ada yang bilang kalau Sae-bom punya kembaran? Tapi yang pasti ada sesuatu yang disembunyikan Sae-bom ketika ia hiatus 2 tahun sekolah. Aku baru menyadari makna Hapiness sendiri, kebahagian Sae-bom adalah memiliki rumah sendiri. Sedangkan kebahagiaan Yi-hyun adalah Sae-bom.


Aku ngga akan banyak komentar sih, karena menurutku drama Happiness sudah paket lengkap dan saling melengkapi. Mari kita bicara jajaran orang-orang dibalik layar selain sutradara & penulis. Penata musiknya, Kim Tae-sung adalah music director expert terkhusus di layar lebar dan di bawah naungan JTBC, untuk portofolio dramanya ada SKY Castle, Yumi's Cell & Law School, sedangkan portofolio filmnya tak terhitung, sudah puluhan film yang ia kerjakan. Efek CG drama Happiness dikerjakan oleh Park Sung-jin & Lee Kyung-jae yang sebelumnya bertanggungjawab dalam drama Memories of Alhambra, It's Okay to Not be Okay, Train to Busan 1&2 dan Space Sweeper. Sedangkan VFXnya dilimpahkan kepada U5K yang sebelumnya juga memiliki track record bagus, sebut saja SKY Castle, Hospital Playlist, dan Beyond Evil. Kesalahannya tuh cuman 2, tayang di TV kemalaman dan Netflix lebih milih Inspector Koo dibanding drama Happiness. Kalau baca NaverTalk, mungkin ada 20% orang yang menyayangkan Netflix ngga beli hak siar drama Happiness. 


Jirisan vs Happiness


Ada beberapa tulisan menarik di NaverTalk tentang Jirisan dan Happiness. Jika bisa, mereka ingin jam tayang kedua ini ditukar. Jirisan menjual nama-nama besar didalamnya, sedangkan Happiness menjual kerjasama tim. Satu-satunya alasan yang membuatku masih setia dengan Jirisan adalah Joo Ji-hoon, serta kepercayaanku terhadap Kim Eun-hee dan Lee Eung-bok. Well, menurutku memang Happiness lebih unggul dari segi kualitas produksi, sepertinya TVING memang ingin naik level dalam menggarap drama OTT berkualitas, sebelumnya sebut saja The Witch's Dinner dan Yumi's Cell. Yoksi, CJ Group! Haha.

,

review drama jirisan

Jirisan merupakan mega project yang menggaet dua bintang ternama, yaitu Jun Ji-hyun dan Joo Ji-hoon, tak tanggung-tanggung pemeran pendukung drama ini juga memiliki prestasi dan nama mentereng, sebut saja Sung Dong-il, Oh Jung-se, dan Jo Han-chul dan Go Min-si. Drama Jirisan adalah kerjasama sutradara Lee Eung-bok (Sweet Home, Mr. Sunshine, Goblin) dan penulis Kim Eun-hee (Signal, Kingdom, 3 Days) yang memberikan drama thriller menegangkan dengan berbagai misteri mengenai gunung Jiri yang terkenal. Gaemi (The King: Eternal Monarch, Sweet Home, When The Camellia Blooms) mendapat tempat sebagai Music Director di drama Jirisan


Ada 3 rumah produksi yang berkolaborasi dalam drama Jirisan, yaitu A Story (agensi Kim Eun-hee), Baram Picture (agensi Lee Eung-bok) dan Studio Dragon. Dalam pembuatannya, Jirisan menelan biaya sebesar 32 Miliar Won. Dari sederet fakta ini, sepertinya drama ini akan hits dan menjual ya?


Drama ini menceritakan tentang Kang Hyun-jo (Joo Ji-hoon) yang baru saja bergabung dengan penjaga hutan atau ranger gunung Jiri. Ia dibimbing oleh Seo Yi-kang (Jun ji-hyun) yang telah lama bergabung sebagai ranger dan banyak mengetahui seluk beluk mengenai gunung tersebut. Meskipun mereka memiliki karakter yang berbeda, namun ada satu hal yang membuat mereka menjadi tim yang kuat sekaligus merepotkan. Hyun-jo dan Yi-kang sama-sama memiliki rasa tanggungjawab tinggi dalam menyelesai misi dan melindungi gunung. 


Gunung Jiri memiliki kisah kelam yang jarang diketahui masyarakat. Mulai dari penebangan illegal hingga kisah kematian. Di sinilah tragedi Jiri dimulai. Hyun-jo memiliki pengelihatan masa depan tentang kehilangan di gunung Jiri. Yi-kang jelang saja tak percaya, karena ia adalah orang yang logis. Namun, serentetan kejadian membuatnya membukan diri dengan teori dan cerita Hyun-jo. Yi-kang ingin mengetahui misteri apa yang disembunyikan Hyun-jo dan gunung Jiri. 


Well, aku ngga akan cerita panjang tentang drama ini. Aku baru menonton episode 2 dan melihat rating episode 3 yang turun drastis. Setelah menonton drama ini memang kualitasnya masih di bawah ekspektasi. Namun, ceritanya masih khas Kim Eun-hee; selalu bikin penasaran. Banyak kritik yang ditujukan kepada Jirisan, dampaknya cukup signifikan. Saham Studio Dragon justru turun sebesar 5%, saham A Story pun mengalami hal yang sama. Sutradara Baek Yong-yeol (The Beauty Inside) memberi kritik "I'm not sure about my level in the first episode, but I think there is a problem with directing.I'm sorry if it's intended,". Pada episode ke dua, rating Jirisan sempat naik tajam menjadi 2 digit. Namun, sangat disayangkan, pada episode 3 rating Jirisan anjlok dari 10,6% menjadi 7,8%. Kenapa?

review drama jirisan


Efek CG dan Indoor Studio 


Aspek ini yang paling banyak mendapat sorotan. Padahal, perusahaan yang bertanggungjawab di bagian ini bukan kaleng-kaleng. Cocoa Vision sebagai CG director, memang baru 2 drama sukses yang ia garap. Namun, namanya melambung di proyek layar lebar. Sebut saja Time to Hunt, Extreme Job, dan The Spy Gone North. Dan, DNDLINE sebagai VFX tak pernah gagal, ia pernah bertanggungjawab dalam special effect Devil Judge, Sweet Home, Hotel del Luna, CLOY dan masih buanyak drama sukses. Lokasi syuting indoor Jirisan sama denga Squid Game, yaitu di Studio Cube. Heran ngga sih dengan segitu keren vendor tapi sutradara kelihatan gagal mengkontrol semua aspek visualnya? 


PPL


Aku selalu ingat bahwa PPL terburuk jatuh pada The King: Eternal Monarch, ternyata Jirisan 11-12 gokilnya. Adegan Hyun-jo minum collagen sebelum naik gunung dan adegan Egg Drop adalah yang paling ngga masuk akal. Adakah yang jualan sandwich di bawah gunung? Adakah yang mau nanjak malah disuruh minum kesehatan kulit? Ada, ini orang-orang Jirisan. Knetz menganggap Jun Ji-hyunlah yang paling merugi, karena ia membawa 3-4 seligus untuk memberi sponsor pada drama Jirisan. Contoh kecilnya, semua baju dan peralatan mendaki merupakan dari brand lokal Nepa, Jun Ji-hyun adalah musenya. 

review drama jirisan

review drama jirisan


OST & Teknik Editing Gambar


Untuk OSTnya aku akui memang ngga cocok dibeberapa momen, ditambah teknik gambar ala patah-patah (AKU EMOSI BANGET SAMA EFEK INI! BIKIN MATA SAKIT) jadinya ngga sinkron. Knetz bilang kalau musik latarnya seperti musik yang belum matang dan tidak cocok untuk drama tragedi, beberapa penasaran kenapa harus memakai bahasa inggris. 


Review Drama Jirisan


Aku bakal tetep nonton sih, karena Joo Ji-hoon adalah aktor favoritku. Aku berharap cukup episode 1-2 yang penuh kritik. Sejujurnya aku rada aneh sama drama ini, soalnya Joo Ji-hoon ngga kunjung promosi di instagramnya. Nanti malam aku mau lanjut nonton episode 3. Kalian juga harus nonton ya! Ceritanya bagus kok! ^^

,

Ending Drama Hometown Cha Cha Cha

Drama Sabtu-Minggu tvN "Hometown ChaChaCha" yang ditayangkan pada tanggal 17, berhasilkan menyelesaikan kisahnya dengan akhir yang bahagia. Pada episode ke-16, rating naik menjadi rata-rata 13,3%, maksimum 14,5%, rata-rata nasional 12,7%, dan maksimum 13,7%, ini menjadi sebuah pencapaian tertinggi Hometown ChaChaCha.


Sejarah masa lalu Hong Doo-sik (Kim Seon-ho) terungkap dalam episode ke-15 yang ditayangkan kemarin. Hong Doo-sik sangat baik sehingga aku sepenuhnya mengerti bahwa Hong Doo-sik merasakan trauma yang luar biasa karena petugas penjaga keamanan yang gagal berinvestasi dan saudara kakaknya yang meninggal dalam kecelakaan mobil padahal Hong Doo-sik tidak melakukan kesalahan. Pada episode 15 banyak banjir air mata, nenek Gamri pergi meninggalkan dunia selamanya.

Ending Drama Hometown Cha Cha Cha

Ending Drama Hometown Cha Cha Cha

Seperti yang diinginkan nenek Gamri (Kim Young-ok), cerita dimulai dengan semua orang Gongjin berkumpul bersama untuk tertawa dan mengobrol, memperingati perjalanan terakhir Gamri dalam suasana meriah. Kemudian, Doo-sik menemukan surat dalam keranjang jagung yang telah ditulis nenek Gamri selama hidupnya dan membacanya dengan Hye-jin. Doo-sik meneteskan air mata begitu banyak seolah memuntahkan kesedihan yang dia alami dalam pelukan Hye-jin. Pada saat yang sama, penduduk desa juga berduka dengan cara mereka sendiri, mengingat kenangan mereka dengan nenek Gamri.

Ending Drama Hometown Cha Cha Cha

Ending Drama Hometown Cha Cha Cha

Seiring berjalannya waktu, kisah cinta antara Hye-jin dan Doo-sik akhirnya mengalami peningkatan dan Sung-hyun (Lee Sang-yi) juga terlihat memulai hubungan baru dengan penulis Wang (Park Ye-young). Hye-jin memutuskan untuk tetap menjadi satu-satunya dokter gigi di Gongjin daripada seorang profesor klinis yang didambakan semua orang, ia memutuskan untuk melamar Doo-sik karena dia ingin menjadi anggota keluarga Doo-sik. Tak disangka, Doo-sik melakukan hal yang sama. Hye-jin berkata, "Aku harap sepatu kami selalu berdampingan di pintu depan". Ia bertanya, "Maukah kamu menikahiku?". Doo-sik berkata, "Mari kita hidup bersama hari ini, besok, dan sepanjang waktu."


Pada akhir Hometown ChaChaCha memperlihatkan kebahagian pernikahan Hye-jin dan Doo-sik dengan semua orang Gongjin yang hadir. Tak hanya itu, penduduk Gongjin juga menjalani hidupnya dengan baik setelahnya. 

Ending Drama Hometown Cha Cha Cha

Ending Drama Hometown Cha Cha Cha

Melihat Yoon Hye-jin, yang sedang mempersiapkan pernikahan di episode ke-16, aku ingat pernyataan yang dia buat ketika dia mengakui cintanya kepada Hong Doo-sik di episode 10. Ia mengatakan, "Aku adalah manusia terencana yang membuat jadwal hidup sampai aku berusia sembilan puluh sembilan tahun." Dan Yoon Hye-jin juga mengira dia adalah orang yang benar-benar tahu orang seperti apa dia.

Ending Drama Hometown Cha Cha Cha

Kisah ikatan yang kuat terbentuk antara orang-orang yang tinggal di desa Gongjin memberikan rasa healing dan kenyamanan. Hometown ChaChaCha berhasil membuatku terasa hangat, kadang bikin ketawa, kadang juga bikin nangis, rasanya seperti sedang healing ketika menonton ini. Kisah emosional karakter yang digambar secara pas menjadi kekuatan tersendiri.


Review Drama Hometown Cha Cha Cha

Ending Drama Hometown Cha Cha Cha

Penulis Shin Ha-eun kembali ke Drama Hometown ChaChaCha, yang sebelumnya ia juga sukses membuat versi drama dari The Crowned Clown. Sekali lagi ia berhasil membuat adaptasi film ke drama dengan baik. Sutradara Yoo Je-won juga semakin memberi pembuktian pada karyanya. Sepertinya dia memang cocok dengan drama romance melodrama, seperti Hi Bye Mama!, Tomorrow with You dan Hundred Million Stars From The Sky. Di sisi lain, tentu sulit untuk berhasil menyesuaikan karya asli. Banyak harapan yang diberikan penonton kepada mereka.


Di antara para aktor, Shin Min-ah, yang membuatku menonton drama ini. Bahkan, Shin Min-ah menunjukkan aktingnya yang indah secara alami. Aku menonton semua dramanya karena aku rasa dia ngga akan salah pilih proyek. Dalam Hometown ChaChaCha, Shin Min-ah berhasil mengambil peras sebagai seorang wanita profesional bernama Yoon Hye-jin dan seorang dokter gigi yang sangat hangat. Jadi, proyek ini merupakan tantangan baru Shin Min-ah, karena ia memainkan karakter baru yang belum pernah ia ambil sebelumnya. Aku berharap Shin Min-ah akan memilih karya yang dapat menunjukkan skill akting baru di proyek selanjutnya.

Ending Drama Hometown Cha Cha Cha

Jika bicara tentang skill akting yang membekas, hal pertama yang terlintas dalam pikiran adalah Lee Bong-ryeon, yang memainkan peran Yeo Hwa-jung, yang marah pada Jang Young-guk (In Kyo-jin) di episode ke-12. Lee Bong-ryeon berhasil memperlihatkan keterampilan aktingnya yang luar biasa. Adegan keluarganya di episode 15 juga berhasil membuat para penonton meneteskan air mata.


Dalam drama Start-up, Kim Seon-ho menunjukkan kemampuan akting yang sangat baik yang berbeda dari aktor utama lainnya. Jadi, aku berpikir bahwa Kim Seon-ho akan menjadi aktor populer jika dia memilih proyek berikutnya dengan baik. Untungnya, ditengah ketidakjelasannya saat itu akan mengambil proyek mana, karena terlalu banyak tawaran, ia memilih Hometown ChaChaCha dan ini adalah pilihan yang tepat. Selain itu, Kim Seon-ho tampaknya telah benar-benar membuktikan dirinya sebagai aktor terkemuka dengan visual yang baik dan keterampilan akting yang baik di Hometown ChaChaCha.

Ending Drama Hometown Cha Cha Cha

Hometown ChaChaCha was a life drama, lovely and heartwarming for me. Thanks to Dooshik, Hyejin, and Gongjin this summer, I was so happy to cry and laugh. It was perfect and touching until the end. I'll keep it in my memory forever. My life's healing drama, Hometown ChaChaCha.


,

Review Drama Korea Voice 4


Drama Korea Voice kembali dengan sekuel terbarunya, tentu dengan protagonis baru karena Detektif Do telah meninggal di Voice 3. Voice 4 (보이스4: 심판의 시간) kali ini tayang di saluran televisi tvN, OCN sepertinya libur produksi drama setelah skandal pergantian pemain dalam proyek besarnya yaitu Island. Pada sekuel Voice kali ini Kang Center (Lee Ha Na)  akan mendapat partner baru yaitu Derek Cho (Song Seung Heon) dan Han Woo Joo (Kang Seung Yoon), serta salah satu anggota timnya di Voice 1 kembali aktif setelah skorsing kepolisian, tidak lain bukan Shim Dae Shik (Baek Sung Hyun).

 

Kisah Voice 4 bermula dari serangkaian kejadian pembunuhan berantai yang memilih keluarga tak harmonis sebagai korbannya. Tim Golden Time memfokuskan diri untuk memecahkan kasus ini dan mencari siapa dalang dibalik pembunuhan keji ini. Pembunuh berantai kali ini menamai dirinya sebagai Circus Man. Kang Center mendapati teror dari orang tidak dikenal yang mengaku sebagai kembarannya, ia menyimpulkan bahwa orang ini adalah pelaku sebenarnya dari kasus pembunuhan berantai ini. Di sisi lain, Kang Center masih dalam kondisi penyembuhan setelah peristiwa naas yang membuat ia kehilangan Detektif Do.

 

Suatu hari, ada sebuah penggrebekan di sebuah tempat hiburan di Gangnam. Misi ini dikepalai oleh Derek Cho, seorang warna negara Amerika yang memiliki darah Korea Selatan. Ia adalah seorang detektif kepolisian Los Angeles. Derek Cho sedang mengejar seorang penjahat kelas kakap yang lari ke Korea Selatan. Keberangkatannya ke Korea tak sendirian, selain bersama tim kepolisiannya, adik kandungnya, Lisa Cho. Ketika Derek Cho menyelesaikan misinya, Lisa berusaha mencari alamat ayah kandungnya. Sayangnya, kejadian ini bermuara pada kematian. Lisa menyaksikan kejahatan Circus Man di sebuah komplek apartemen, karena Circus Man ingin kejahatannya tak diketahui maka ia pun juga membunuh Lisa Cho saat itu juga.

Review Drama Korea Voice 4

Long story short, Derek Cho dan Timnya akhirnya bergabung dengan Tim Golden Time untuk mengejar Circus Man ke Pulau Vimo. Pulau ini memiliki banyak misteri karena warganya yang menganggap orang luar adalah musuh bersama. Warga Pulau Vimo memiliki integritas tinggi terhadap kebudayaan leluhur dan kekeluargaan, mereka menolak sistem dan berupanya mencederai hukum dengan dalih 'inilah budaya Pulau Vimo'. Pulau Vimo sendiri memiliki sebuah cagar alam dan budaya berupa desa batu, desa ini dipimpin oleh Dong Bang Heon Yup (Jang Hang Seon), ia memiliki seorang cucu bernama Dong Bang Min (Lee Kyu Hyung).

 

Review Drama Korea Voice 4

Setiba di Pulau Vimo, tentu mereka tak mendapat sambutan hangat dari warga. Dalam Voice 4, mereka memberikan penonton total 4 kasus saja. Kasus pertama adalah pembunuhan dalam hutan mistis, pelakunya adalah seorang lelaki yang memiliki penyakit mental likantrofi klinis. Likantrofi klinik adalah dimana si manusia percaya bahwa dirinya telah berubah menjadi binatang dan berperilaku sesuai binatang. Pada kasus ini si pelaku memiliki trauma masa kecil dimana si ayah pelaku suka menyiksa pelaku secara bertubi-tubi.

 

Kasus kedua adalah penemuan mayat di dalam tong di dasar laut. Ketika kasus ini dibuka, justru kasusnya meluas ke dalam kasus penjualan ilegal narkobat berskala internasional. Kasus ketiga tentang anak tak tahu diri yang ingin membunuh ayahnya dan terakhir, kasus keempat adalah penculikan seorang siswa yang akhirnya membuat Golden Time menemukan fakta-fakta baru tentang Circus Man.

Review Drama Korea Voice 4


Circus Man adalah seseorang yang mengidap Dissociative Identity Disorder atau kepribadian ganda, pada kasus ini ia memiliki 3 kepribadian selain kepribadiannya sendiri. Karena spoiler udah dimana-mana, yes he is Dong Bang Min. Dia memiliki banyak kejadian traumatic yang membuatnya seperti ini. Belum lagi fakta bahwa kakeknya adalah ayah kandungnya. Cukup susah untuk menangkapnya, karena perlindungan kultural yang ada pada Pulau Vimo. Ia mudah untuk kabur dan diamankan oleh kekuasaan kakeknya. Kakeknya sendiri adalah seorang pemimpin korup yang memanfaatkan kepercayaan jemaat pengikutnya.

 

Well, jadi bagaimana usaha Tim Golden Time untuk menangkap Dong Bang Min? Tonton dong! Hahaha

 

Review Voice 4

 

Review Drama Korea Voice 4

Voice Series adalah drama korea yang mau berapa pun seri bakal aku jabani. So far, Voice 2 masih yang terbaik bagiku. Dimana keahlian Kang Center masih menjadi pusat cerita dan partnernya yang paham dengan ilmu kriminalogi. Kehadiran Derek Cho juga melengkapi Golden Time, aku rasa dia paket lengkap dan no drama. Ada kemungkinan di Voice 5 dia akan kembali lagi didapuk sebagain protagonis, karena jika melihat episode terakhir Voice 4, dialah yang akan menyelidiki kasus sekolah F dan tentunya menyelamatkan Kang Center. Ada 1 hal yang membuat Voice 4 seperti kehilangan jati dirinya, yaitu prinsip 3 menit, dimana kasus segera diselesaikan selama 3 menit saat setelah laporan panggilan. Itulah mengapa nama timnya 'Golden Time'. Sayangnya, di Voice 4 prinsip itu seolah udah ngga dipake.

 

Meski Voice 4 lebih banyak fokus pada misteri masa lalu Kang Center, Voice 4 tetap memberikan banyak insight tentang kasus pembunuhan berantai yang terjadi karena penyakit mental dan trauma masa kecil. Dan tentunya, berapa pun sekuelnya, Voice akan tetap ditonton oleh banyak orang. Aku ngga sabar untuk Voice 5 tahun depan!