-->
Showing posts with label Japanese Movie. Show all posts
Showing posts with label Japanese Movie. Show all posts
,

Review Film Jepang Your Eyes Tell

Your Eyes Tell merupakan film Jepang yang rilis tahun 2020. Salah satu film yang aku nantikan karena akhirnya Yuriko Yoshitaka satu proyek dengan Ryusei Yokohama. Selain itu, Your Eyes Tell adalah film remake dari film Korea berjudul Always yang dibintangi Han Hyo-joo dan So Ji-sub. Penasaranlah aku dengan versi Jepangnya seperti apa. Waktu Wibusubs upload, aku langsung cuss download dan nonton. Namun, baru aku bikin reviewnya setelah pekerjaan agak slow alias libur lebaran ahaha.

 

Film ini bercerita tentang seorang pekerja part time bernama Rui Shinozaki (Ryusei Yokohama). Rui melakukan banyak pekerjaan untuk bertahan hidup. Ia bekerja menggantikan pekerja sebelumnya yaitu seorang kakek yang sudah tua dan pensiun. Setelah beberapa hari bekerja, suatu ketika ruang tempat ia berjaga didatangi seorang gadis yang cantik yang masuk tiba – tiba, memberikan ia makanan dan mengajaknya menonton drama di TV. Rui menyadari bahwa gadis ini buta. Namanya Akari Kashiwagi (Yuriko Yoshitaka), ia sering datang ke ruangan jaga tersebut ketika masih di jaga oleh kakek yang pensiun untuk nonton drama bersama. Awalnya, Akari tidak menyadari bahwa si kakek telah digantikan Rui. Ketika menyadari bahwa si kakek telah pergi, ia menganggap Rui sebagai pria paruh baya karena mengira pekerjaan ini hanya untuk mereka yang berusia lebih tua.

 

Review Your Eyes Tell

Review Your Eyes Tell

Lama kelamaan Rui tak sanggup menutupi semuanya. Karena sebuah kejadian, Rui pun menceritakan identitasnya yang sebenarnya. Setelah menyelesaikan kesalahpahaman, Akari pun bersahabat dengan Rui dan sering berkunjung ke ruang jaganya untuk menonton drama. Mereka berdua pun semakin dekat dan Rui banyak membantu Akari yang buta.

 

Akari memiliki pekerjaan sebagai seorang call centre. Suatu hari, bosnya yang memiliki ketertarikan padanya datang ke rumah Akari dan mencoba memperkosanya. Rui yang kebetulan berkunjung berhasil menyelamatkan Akari dan memberi pelajaran pada bos Akari. Tak seperti yang dibayangkan, Akari justru marah kepada Rui. Akari menganggap Rui telah membuatnya kehilangan pekerjaan, karena baginya yang buta mencari pekerjaan begitu sulit. Hubungan mereka pun merenggang.

 

Setelah sekian lama tak bertemu, Akari memutuskan keluar dari pekerjaannya dan menemui Rui.  Akari dan Rui memutuskan untuk tinggal bersama, Akari menyadari perasaannya terhadap Rui dan Rui ingin melindungi Akari.

 

Rui sendiri memutuskan untuk berhenti bekerja sebagai penjaga parkir dan kembali ke pekerjaan lamanya sebagai martial art fighter. Dulunya ia merupakan petarung hebat dan profesional, namun ia menyambi sebagai debt collector agar bisa memperoleh penghasilan lebih. Suatu kejadian yang menghilangkan nyawa seseorang membuatnya berhenti menjadi debt collector dan hidup dalam penyesalan dan tidak memiliki tujuan hidup hingga ia bertemu Akari.

 



Suatu ketika terbukalah sebuah rahasia bahwa Rui ternyata menjadi salah satu penyebab kebutaan yang dialami Akari. Merasa bertanggung jawab, Rui memutuskan untuk mencari uang lebih banyak untuk biaya mengoperasi mata Akari. Rui ditawari untuk ikut sebuah pertarungan ilegal dengan bayaran yang besar. Namun, taruhannya ia tak akan bisa kembali bersama Akari. Dan, ia lebih memilih menyelamatkan Akari.

 

Akari pun sembuh, ia berhasil menjadi pengerajin gerabah yang sukses. Berbeda nasibnya dengan Rui yang terluka parah dan tak bisa menjalani hidupnya dengan benar. Akari tak memiliki ingatan tentang wajah Rui, namun ia dapat merasakan seperti apa perawakan Rui. Mereka tak sengaja bertemu di rumah sakit ketika Akari sedang mengikuti program sukarela, sedangkan Rui sebagai pasien di sana. Ketika Akari mencoba memijat  punggung Rui, ia seperti mengenal tubuh ini. Namun, Rui seolah mengalihkan pikiran Akari agar Akari tak sadar keberadaannya.

 

Ketika Rui sudah dapat keluar rumah sakit, ia mengunjungi galeri Akari dan mendapati barang penuh kenangan antara mereka berdua. Tak disangka ia menangis sesegukan, dan penjaga galeri melihatnya dan melaporkan ke Akari. Akari sadar ia adalah Rui. Akari mengejarnya hingga mereka kembali bertemu di tempat favorit mereka, yaitu pantai

 

Review Your Eyes Tell (2020)

 

Review Your Eyes Tell

Film ini dibuat sama dengan versi Koreanya. Jadi, aku fine-fine aja. Memang, Ryusei masih kurang untuk memerankan karakter Cheol Min. Aku merasa butuh aktor lebih gagah dan minimal seusia Yuriko untuk peran ini. Dari segi akting pun sama, bukan berarti akting Ryusei kurang, namun penanaman karakternya masih belum memuaskanku. Aku sangat suka visual yang diberikan Your Eyes Tell, dari fashion hingga sinematografi, semuanya indah.

 

Udah itu aja, karena pada dasarnya memang remake total jadi, ngga banyak yang bisa direview :D

,

Review Tapestry (Ito) 糸 (2020)

Tapestry (Ito) adalah film yang rilis Agustus tahun lalu. Tapestry sendiri terinspirasi dari lagu tahun 1992 berjudul "Ito" yang ditulis oleh Miyuki Nakajima. Film Tapestry di sutradari oleh Takahisa Zeze ( dan ditulis oleh Tamuo Hayashi. 


Film Tapestry (Ito) bercerita tentang pertemuannya secara tidak sengaja antara Ren Takahashi (Masaki Suda) dan Aoi Sonoda (Nana Komatsu), kedunya lahir pada tahun pertama era Heisei, yaitu 1989. Mereka bentu ketika sama-sama mengunjungi pesta kembang api. Ren mengalami kecelakaan sepeda di depan Aoi dan Aoi menolongnya. Saat itu Ren mulai meyukai Aoi. Hari demi hari mereka lalui bersama, hingga akhirnya mereka menjalani kisah cinta monyet. Gelang benang merah menjadi tanda kisah cinta mereka.

Review Tapestry (Ito) 糸 (2020)

Suatu hari, Aoi tiba-tiba menghilang. Ren baru mengetahui jika ternyata keluarga Aoi tak baik-baik saja. Sejak ayah Aoi meninggal, ibunya sering berganti-ganti pasangan dan sering mabuk. Ren mencoba mencari Aoi ke kota, sekali lagi mereka tidak sengaja bertemu di depan halaman apartemen Aoi. Ren mengajaknya kabur dan memulai hidup baru. Naasnya, orang tua mengetahui tempat persembunyian mereka. Mereka dipaksa berpisah dan pertemuan itu merupakan pertemuan terakhir mereka.


Review Tapestry (Ito) 糸 (2020)

Takdir benar-benar mempermainkan mereka. 8 tahun kemudian mereka bertemu di pernikahan sahabat Ren di Tokyo. Ren saat itu sudah bekerja di pabrik keju di Hokkaido, sedangkan Aoi merupakan seorang mahasiswa administrasi bisnis sekaligus bekerja paruh waktu sebagai host cafe. Tak banyak yang mereka bicarakan ketika bertemu, Ren yang ceroboh memberitahu Aoi bahwa gelang pemberian Aoi telah putus dan tidak akan ia pakai lagi. Ren juga memutuskan untuk menetap di Hokkaido, jelas Aoi sedikit kecewa dengan Ren.


Banyak hal yang ingin mereka tanyakan, namun Aoi harus segera pulang. Saat Ren mengejarnya, Ren mendapati Aoi dijemput oleh seorang lelaki kaya. Yap, Aoi menjalin hubungan dengan seorang eksekutif muda bernama Daisuke (Takumi Saito) yang ia temui ketika bekerja sebagai host cafe. 




Ren dipaksa harus melupakan Aoi. Di saat proses move forward, ia merasakan kenyamanan bersama salah satu senpainya di tempat bekerja, ia bernama Kaori (Nana Eikura). Karena beberapa kecocokan, Ren dan Kaori memutuskan menikah. Ren dan Kaori menjalin hubungan dengan sangat baik, mereka dikaruniai seorang putri cantik. Sedangkan Aoi memutuskan untuk melindungi Daisuke. 


Review Tapestry (Ito) 糸 (2020)

Namun, jalan mereka tak mulus. Aoi harus mengalami naik turun bisnis dan hubungannya dengan Daisuke dan sahabatnya putus di tengah jalan. Ia sempat menjadi businesswoman sukses di Singapura, namun bangkrut karena kecerobohan sahabatnya, ia akhirnya kembali ke Jepang dan memulai menjadi seniman kuku tingkat bawah. Sedangkan Ren, harus menjadi ayah tunggal karena Kaori meninggal akibat penyakit kankernya, satu sisi pengembangan keju yang ia buat membuatnya menjadi pembuat keju yang go internasional.


Masaki Suda Nana Komatsu

Ito atau Tapestry memang menggambarkan bagaimana takdir Tuhan bekerja. Ren dan Aoi kembali dipertemukan secara tidak sengaja bersama putri Ren. Dan, akan kembali mengalami kerennya takdir Tuhan ketika mereka nyaris berpisah. Endingnya, Ren dan Aoi memutuskan menikah. 


"なぜ めぐり逢うのかを

The reason for which we meet

私たちは なにも知らない

We do not know

いつ めぐり逢うのかを

The time at which we meet

私たちは いつも知らない

We have always not expected

どこにいたの 生きてきたの

Where are you; are you doing well

遠い空の下 ふたつの物語

Beneath the distant sky is this story of two


縦の糸はあなた 横の糸は私

The vertical threads are you; the horizontal threads are me

逢うべき糸に 出逢えることを

When complementary threads can come together

人は 仕合わせと呼びます

People call that happiness"

- Ito (糸) 


Review Film Tapestry (Ito)


Long time no see! Sebenarnya, aku sudah nonton Ito sejak Wibusubs pertama rilis fansubnya. Tapi, karena kesibukan pekerjaan, aku ngga punya waktu untuk review tontonan apa pun haha. Ito atau Tapestry adalah salah satu list film Jepang 2020 yang masuk radarku. Tentu karena Masaki Suda, karena ia selalu totalitas dalam berakting.


Aku sangat menikmati semua perjalanan cerita dan perkembangan karakter dalam film ini. Sutradara dan penulis berhasil mengeksplor setiap karakter dengan baik dari kisah kecil hingga dewasa. Kalau misal endingnya Ren dan Aoi tidak bersama pun tak apa. Karena emang sudah suka dengan setiap menit kisahnya. Aku kagum dengan bagaimana si Aoi kecil benar-benar mirip dengan Aoi dewasa dan tak ada perubahan chemistry antara aktor versi remaja dengan versi dewasa.


Review Tapestry (Ito) 糸 (2020)

Film ini termasuk film yang mengandung bawang. Kisah Ren dan Kaori benar-benar membuat kita harus menyiapkan tisu ketika menonton Tapestry/Ito. Aku sempat mikir apakah aku akan hangover dengan pasangan ini ketika Ren dan Kaori bukan pasangan utama dalam film ini. Ternyata engga, ketika Ren dan Aoi memutuskan menikah, aku fine-fine aja, karena keputusan Ren menikahi Aoi sedikit terpegaruh dari pesan Kaori. 


Tapestry (Ito) berhasil membawa Masaki Suda dan Nana Komatsu masuk nominasi Best Actor dan Best Actress di 44th Japan Acadmy Film Prize. Namun, belum berkesempatan membawa piala karena harus mengakui betapa hebatnya Tsuyoshi Kusanagi (Midnight Swan) dan Masami Nagasawa (Mother).

,

 

Review Film Jepang Mother 2020

Film ini dibuka dengan adegan ketika seorang ibu bernama Akiko (Masami Nagasawa) tidak sengaja bertemu anaknya, Shuhei (Sho Gunji) yang memilih untuk melewati sekolah. Pada adegan ini, sifat aneh ibunya terlihat. Dia melihat kaki Shuhei terluka dan kemudian menjilat lukanya.

Alih-alih mengatakan untuk kembali sekolah, Akiko malah mengajak Shuhei untuk berenang. Pada saat itu penonton mungkin masih berasumsi bahwa itu adalah cara Akiko menyenangkan anak-anaknya yang sedih. Tetapi ternyata, sosok Akiko sangat jauh dari karakter keibuan dan tanggung jawab.

Pada suatu waktu, Akiko mengunjungi rumah orang tuanya untuk meminjam uang. Ibunya menolak karena telah meminjam berulang kali dan tidak pernah kembali, Akiko malah menggunakan Shuhei sebagai alasan. Sayangnya triknya tidak berhasil. Akiko tidak berpikir untuk mencari nafkah untuk mendukung putranya. Dia bahkan lebih sibuk mencari perhatian dari laki-laki, bahkan anak-anak sering diperlakukan tidak seperti yang seharusnya.

Hubungan antara anak-anak dan ibu sulit dijelaskan, satu-satunya kata yang tepat mungkin toxic banget. Meskipun sering mendapat perlakuan kasar, dan mengesankan seperti seorang anak tidak terawat, Shuhei sangat meghormati ibunya. Seolah ibu adalah segalanya baginya.

Review Film Jepang Mother 2020

Suatu ketika Akiko hamil anak kedua. Waktu berjalan hingga Shuhei remaja (Daiken Okadeira), mereka menjalani hidup dari jalan ke jalan. Higga suatu saat mereka ditangkap dinas kesejahteraan. Mereka diberi tempat tinggal, Shuhei pun disekolahkan. Sayangnya, Akiko hanya memanfaatkan situasi itu untuk kesenangannya. Ia kembali bersama pria toxicnya.

Hidup Akiko & Shuhei semakin tidak jelas. Akiko kembali memanfaatkan Shuhei untuk meminta uang kepada orang tuanya. Akiko dengan santainya meminta Shuhei, "Jika Anda membunuh nenek Anda, tentu saja kita akan punya uang," katanya. Ini menyebabkan pergolakan batin ke Shuhei. Tidak hanya memberi tahu anak itu untuk menghasilkan uang, Akiko meminta Shuhei untuk membunuh neneknya.

Bahkan untuk tumbuh dewasa, Shuhei tampaknya mengambil peran sebagai kepala keluarga, dimana dia bekerja dan merawat saudara perempuannya dengan cinta. Meskipun diperlakukan sangat baik dan selalu didampingi oleh Shuhei, Akiko tidak pernah berubah menjadi ibu yang bertanggung jawab.

Namun, dia memilih untuk terus mengikuti kemauan si ibu. Hubungan toxic ini tidak pernah berhenti bahkan Shuhei harus berada di penjara. Ketika ditanya apakah sang ibu mengatakan kepadanya untuk melakukan pembunuhan itu, Shuhei selalu mengelak. Namun, terlihat rasa sedih, putus asa dan amarah dari sorot matanya. Selama hidupnya Shuhei tak memiliki kesempata untuk memilih.

review film jepang mother 2020

Mother: Hubungan Toxic Ibu & Anak

Ada begitu banyak kasus orang tua yang meninggalkan anaknya karena keegoisan mereka. Mereka tidak ingin mengakui bahwa mereka sebenarnya tidak bisa membesarkan anak-anak mereka dan memiliki anak karena keegoisan. Mereka tidak berpikir tentang bagaimana anak-anak mereka dewasa, apakah pengasuhan mereka akan membuat mereka bahagia. Apa yang ada di benak orang-orang ini adalah membuat anak sebagai aset yang dapat mereka gunakan.

Akiko hanya memiliki sedikit perhatian untuk Shuuhei. Dia tidak peduli dengan putranya bisa hidup layak atau tidak. Dia juga mengabaikan ketika Shuhei berkata di rumah tidak ada air panas dan malah meminta anaknya untuk meminta air panas di toko. Jelas ada yang salah dengan Akiko dan cara mengasuhnya. Kamu akan dipaksa melihat situasi ini selama hampir 2 jam, bagaimana Akiko hanya peduli pada dirinya sendiri, tetapi merasakan anaknya adalah miliknya.

Didikan yang toxic sejak masa kanak-kanak membuat Shuhei tidak punya pilihan. Dia juga tidak dapat memutuskan untuk dirinya sendiri karena sejak kecil, ia selalu mendapat doktrin Akiko dalan segala hal. Kacamata Shuhei pun berkembang sesuai dengan apa yang dirasakan ibunya. Secara tidak sadar, ia takut dengan orang yang ibunya benci. Ia sempat takut berhadapan dengan kakek & neneknya karena neneknya yang sudah kesal dengan pola hidup Akiko.

Ketika dia bertemu neneknya dan kakek saat remaja, dia melihat cinta yang diberikan oleh mereka. Sayangnya, permintaan Akiko untuk membunuh mereka berdua telah memenuhi pikirannya dan hanya itu adalah tujuan pada saat itu. Dia tidak memikirkan konsekuensinya, itu tidak memikirkan seberapa baik pernyataan mereka kepadanya. Apa yang ada di kepalanya hanya melakukan keinginan dan perintah ibunya.

review film jepang mother 2020

Dia tumbuh di bawah kendali penuh ibunya, bahkan ketika ibunya tidak ada di dekatnya. Dia tidak bisa pergi ke sekolah karena ibunya berkata tidak perlu, tetapi dia juga tidak memberontak karena dia tidak bisa melawan kehendak ibunya. Selama 17 tahun "dipandu" dengan penyiksaan emosional yang tidak terwujud, Shuuhei berakhir jadi itu seperti robot kosong dan hanya bisa dipenuhi dengan kata-kata Akiko, ibunya.

Film Mother membawa kamu untuk melihat semuanya dari sudut pandang Shuhei. Meskipun awalnya jarang berbicara, Shuuhei adalah karakter utama dalam film ini. Bagaimana dia berinteraksi dengan ibunya, bagaimana dia berinteraksi dengan orang-orang baru yang mendekatinya, interaksinya dengan kakek dan neneknya pada saat terakhir. Rasanya pengap.

Dengan melihat segala sesuatu dari sudut pandang Shuhei, kamu dapat memahami mengapa pada akhirnya dia bisa membunuh kakek dan neneknya. Kamu benar-benar harus memahami bagaimana seorang anak dapat digunakan sebagai alat oleh orang tuanya dan itu bukan perjalanan singkat. Kamu mungkin merasa emosimu terkuras saat menonton Mother. Namun, film ini memberikan pandangan baru bahwa beberapa orang tidak layak memiliki anak dan membesarkan anak.

review mother 2020

Film Mother adalah Kisah Nyata

Film Mother mengkisahkan kejadian nyata pada tahun 2014. Seorang remaja berusia 18 tahun membunuh kakek, Masaaki Ozawa, 73, dan neneknya, Chieko, 77 pada 26 Maret 2014 di rumahnya di kawasan Kawaguchi, Prefektur Saitama. Ia mendapat hukuman 15 tahun penjara.

Dalam kesaksiannya, tersangka mengatakan ibunya, 41 - yang juga ditangkap - menekan dia untuk mendapatkan uang dari kakek-neneknya bahkan membunuh mereka. Dia mengatakan dia tidak pernah bisa menerima pendidikan karena gaya hidup ibunya.

Sumber: JapanToday


,

 


Nonton film ini ketika lagi suntuk maksimal. Efeknya lumayan, tidur jadi lebih tenang haha. Kiseki Ano Hi no Sobito sendiri merupakan film tahun 2017 yang dibintangi seabrek bintang, dari Masaki Suda, Tori Matsuzaka, hingga Ryusei Yokohama. Film Jepang bergenre musik dan slice of life memang ngga pernah mengecewakan.

Film Kiseki Ano Hi no Sobito diangkat dari kisah nyata terbentuknya boyband bernama GreeeeN. Bermula dari seorang vokalist band indie, Jin (Tori Matsuzaka) yang ingin memulai hidupnya sebagai seorang musisi, akan tetapi ayahnya melarangnya bermain musik dan menjadi dokter karena menganggap masa depan musisi tak terjamin. Jin tetap kekeuh pada mimpinya. Ia tetap manggung hingga ia mendapat tawaran dari label untuk menjalani debut, tapi jalan tidak semulus yang diinginkannya, grupnya akhirnya bubar. 


Jin memiliki adik laki-laki yang mengejar cita-citanya untuk menjadi dokter, bernama Hide (Masaki Suda). Berbeda dengan Jin, Hide fokus pada studinya dan hanya menjadikan musik sebagai hobi. Ia menyadari perjalanannya menjadi seorang dokter tak mudah, namun ia tetap ingin membanggakan kedua orang tuanya. Berkat teman kursusnya Navi (Ryusei Yokohama) yang ingin menjadi dokter gigi, akhirnya Hide memutuskan untuk menjadi dokter gigi dan masuk fakultas kedokteran gigi. Hide dan Navi menjadi teman sekelas dan mulai mendapat teman baru yaitu Kuni (Ryo Narita) dan Soh (Yosuke Sugino). Karena kesamaan akan genre musiknya akhirnya mereka memutuskan untuk bermain musik. Hide meminta bantuan Jin untuk membuat musik dasarnya.


Awalnya Jin menolak karena gengsi, namun setelah mendengar lagu ciptaan adiknya, ia berubah pikiran. Berkat kerja sama adik-kakak akhirnya GreeeeN terbentuk dan masuk major label. Namun, konflik baru datang, karena mereka terbentuk karena studi mereka pada medis, mereka tidak mungkin fokus bermusik ketika tujuan hidup mereka adalah menjadi dokter gigi, pun perjalanan mereka untuk mendapat universitas juga tak mudah. Satu masalah selesai, muncul masalah lainmereka meminta untuk tidak melakukan sesi foto karena mereka ingin identitas mereka dirahasiakan hingga sekarang. Awalnya label tidak menyetujui, namun berkat Jin, label mau berubah pikiran.

Satu per satu lagunya hits dan lagu 'Kiseki' mendapat peringkat nomor 1 di chat oricon. Ayah mereka tak tahu bahwa anak-anaknya sukses menjadi musisi, di lain sisi Ayah mereka menaruh hati pada lagu-lagu GreeeeN. Hingga sekarang Greeee tetap fokus menjadi dokter gigi, namu juga tak meninggalkan hobi bermusik mereka.

Review Kiseki Ano Ho no Sobito


Akuuu sukaaak hahaha. Sebenarnya aku agak kecewa dengan klimaks yang hanya sebatas lagu Kiseki sukses di pasaran. Banyak tokoh yang ngga asing, si Master berhasil jadi bapak Tsundere di sini. Karakterya sangat berkebalikan dengan istrinya yang sangat positive thinking. I love Hide so much, Hide emang bungsu dari tiga bersaudara tapi dia sangat dewasa. Dia selalu mendiskusikan pilihannya dengan baik-baik kepada orang tuanya, meskipun dia beberapa kali mengambil keputusan sepihak ketika bersama teman-temannya, tapi dia cepat menyelesaikan masalah itu.

Gara-gara film ini, seharian aku dengerin lagu Kiseki mulu ahaha. Kalian harus nonton, karena emang mengasyikan.

,

 


Aki Miyata (Mackenyu Arata) adalah seorang seorang musisi, ia membentuk sebuah band bersama teman-teman SMA dan kekasih yang ia temui di festival music musim panas. Dia sangat mencintai band dan kekasihnya lebih dari apa pun. Aki memiliki kepribadian ceria, humoris dan optimis terhadap masa depan, namun ia terlalu membanggakan dirinya dan sedikit kurang bisa menerima pandangan orang lain. Ia dan teman-temannya berjuang agar bisa tampil di festival band musim panas. Sayangnya, menjelang hari H, band mereka melalui sebuah konflik internal. Aki menyendiri di sebuah tempat bekas kolam renang. Ketika perjalan pulan ia mengalami kecelakaan dan meninggal.

Sota Kubota (Takumi Kitamura) adalah mahasiswa tingkat akhir yang sedang sibuk mencari pekerjaan. Ia memiliki karakter introvert dan susah bergaul, diam-diam memiliki hobi menciptakan lagi. Ibunya meninggal ketika SMP. Dia memiliki tempat favorit untuk menyendiri, yaitu tempat dimana Aki sering kunjungi untuk membuat lagu.

1 tahun setelah Aki meninggal. Sota yang sedang melalui kegagalan terus menerus dalam interview pekerjaan, menyendiri di tempat bekas kolam. Tak sengaja ia menemukan tape kaset pita. Ketika ia mencoba memutar alat itu, tanpa sadar jiwanya keluar dan tergantikan sosok Aki yang sudah meninggal. Aki yang berada di dalam tubuh Sota lantas lari dan mencari pacarnya, Kana (Sayu Kubota). Saat ia sudah menemukan Kana dan memeluknya, jiwa Sota masuk kembali ke tubuhnya dan Kana pun kaget karena ia tak mengenal Sota. Dari sini Sota & Aki saling mengenal dan membuat kesepakatan, Aki memiliki kesempatan masuk ke dalam tubu Sota selama tape kasetnya beputar atau sama dengan 30 menit.


Aki akan membantu Sota dalam interview kerja dan Sota akan membantu untuk menemui teman-teman band dan Kana. Berkali-kali mereka bertukar jiwa, hingga mereka tak sadar bahwa kenangan mereka saling bertumpuk sehingga mengakibatkan memperpendek durasi Aki di dalam tubuh Sota dan waktu Aki di dunia juga semakin berkurang. Sota yang awalnya lebih banyak diam, akhirnya mengutarakan amarahnya dan ia ingin diakui. Aki pun merasa bahwa lama kelamaan tempatnya telah tergantikan oleh Sota, ia pun juga cemburu dengan kedekatan Sota & Kana. Kana yang tak menangis saat Aki meninggal akhirnya bisa menangis juga ketika ia harus membuang kenangannya berupa lagu-lagu dari Aki, tapi fakta ia tak akan pernah bisa melupakan Aki.

Aki membuat kesepakatan terakhir dengan Sota, sebelum jiwanya pergi dari bumi. Band yang Aki bangun dengan teman-temannya dulu akhirnya mendapat undangan untuk tampil di festival band musim panas, tentu Sota yang menjadi vokalisnya. Aki ingin merasakan bernyanyi di atas panggung impiannya bersama teman-temannya. Sota menyanggupi, ia juga bersiap untuk jujur kepada mereka bahwa Aki ada di sekitar mereka. Tapi, Aki memilih untuk bungkam dan ingin menunjukan bahwa keberhasilan band saat ini karena kinerja Sota, bukan dia.

 

Review



Waaa, aku ngerasa baru kali ini terkesima sama ketampanan dan kualitas akting Mackenyu! Aku beberapa kali nonton film dia, cuman kayak masih biasa aja wkwk. Sewaktu plotnya udah naik, kerasa banget perubahan perasaannya, bikin sedih. Akting Takumi di sini juga bagus, berubah menjadi Aki & Sota ngga mudah lho, karena mereka itu dua keribadian yang beda banget.

Satu hal yang aku sukai dari film ini tuh cinematography indah banget, padahal sutradaranya belum terlalu banyak memiliki portofolio. Lagu-lagu di film ini juga soooo deep, saying banget cerita anggota bandnya kurang digali lebih. Overall aku nyaman dan suka nonton film ini, sempet hampir bikin nangis. Btw, Sayu Kubota mirip banget sama Takei Emi wkwk.